Selama 40 Tahun Jadi Guru Honorer, Adriyani Tunjukkan Gaji Terakhir Rp414 Ribu

Selama 40 Tahun Jadi Guru Honorer, Adriyani Tunjukkan Gaji Terakhir Rp414 Ribu

TANAMPANEN.COM – Kisah seorang guru honorer bernama Adriyani, yang akrab disapa Bu Ijah, menjadi perhatian publik setelah membagikan video yang mengisahkan akhir perjalanan pengabdiannya sebagai tenaga pendidik.

Dalam video yang viral di media sosial, Bu Ijah mengungkapkan bahwa dirinya memutuskan berhenti mengajar setelah mengabdi selama 40 tahun dengan gaji terakhir sebesar Rp414.000.

Video tersebut diunggah melalui akun TikTok @buijah28 pada Juni 2026. Dalam keterangannya, Bu Ijah mengatakan telah mengakhiri masa baktinya sebagai guru setelah empat dekade mengajar.

Saya Bu Ijah, pada Juni 2026 ini memutuskan berhenti menjadi guru setelah 40 tahun mengabdi dengan membawa gaji terakhir Rp414.000,” ujar Bu Ijah dalam video tersebut.

Baca Juga: Guru Ini Pilih Ngadu ke MK Soal Dampak Efisiensi Anggaran Pendidikan dan MBG

Unggahan itu kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial dan menuai ribuan komentar dari warganet. Banyak yang menyampaikan apresiasi atas dedikasi Bu Ijah sekaligus menyoroti masih rendahnya kesejahteraan sebagian guru honorer di Indonesia.

Dalam video lain, Adriyani menjelaskan bahwa keputusannya menjadi guru honorer merupakan pilihan pribadi. Karena itu, ia mengaku tidak ingin menyalahkan sekolah, yayasan, maupun pemerintah atas kondisi yang dialaminya.

Jika mencari siapa yang salah, mungkin benar, saya sendiri yang salah. Kenapa mau menjadi guru honorer,” tuturnya.

Bu Ijah diketahui pernah mengajar di sebuah SMK swasta di Kota Tangerang, Banten, dan juga sempat mengabdi sebagai guru di SMP negeri di Kota Tangerang selama belasan tahun. Selama puluhan tahun mengajar, ia tetap bertahan meski menerima penghasilan yang jauh dari kata layak.

Baca Juga: Guru Besar Matematika Ini Masuk Islam Ketika Tahu dan Baca Al-Qur’an

Dalam pesannya, Bu Ijah juga mengingatkan bahwa jumlah guru honorer di Indonesia masih sangat besar. Menurutnya, keberadaan mereka menjadi penopang proses belajar mengajar di banyak sekolah.
“Jangan rendahkan guru honorer,” pesannya dalam video tersebut.

Kisah Bu Ijah kembali memunculkan diskusi publik mengenai kesejahteraan guru honorer. Meski demikian, perlu dipahami bahwa gaji Rp414.000 merupakan penghasilan terakhir yang diterima Bu Ijah sebagai guru honorer, sehingga nominal tersebut tidak dapat digeneralisasi sebagai gaji seluruh guru honorer di Indonesia, karena besaran honor berbeda-beda bergantung pada daerah, sekolah, yayasan, serta sumber pendanaan masing-masing.