Guru Besar Matematika Ini Masuk Islam Ketika Tahu dan Baca Al-Qur’an

Guru Besar Matematika Ini Masuk Islam Ketika Tahu dan Baca Al-Qur’an

TanamPanen.com – Bagi seorang ilmuwan, logika dan bukti konkret adalah segalanya. Hal ini pula yang dipegang teguh oleh Prof. Jeffrey Lang, seorang Guru Besar Matematika dari University of Kansas, Amerika Serikat.

Lahir dan besar di lingkungan religius, Lang justru sempat berbalik menjadi seorang ateis di usia 18 tahun karena merasa pertanyaan-pertanyaan kritisnya tentang kehidupan dan penderitaan tidak mampu dijawab secara logis oleh dogma agama lama yang ia peluk.

Namun, arah hidupnya berubah total ketika ia mulai mengajar di San Francisco University. Melalui interaksi dengan mahasiswa Muslim di sana, Lang mendapatkan sebuah hadiah yang kelak mengubah pandangan hidupnya: sebuah mushaf Al-Qur’an terjemahan.

Baca Juga: Sholah Athiyyah, Pengusaha Sukses Berbisnis dengan Tuhan dan Jadi Karyawan-Nya

Kitab yang Membaca Pikiran Saya

Saat pertama kali membuka dan membaca Al-Qur’an, Jeffrey Lang tidak langsung percaya. Sebagai ahli matematika, ia membaca dengan sikap skeptis, kritis, dan penuh tanya. Ia mencoba mencari celah atau kesalahan logis di dalamnya.

Namun, hal menakjubkan justru terjadi. Setiap kali ia memikirkan sebuah pertanyaan atau keberatan di dalam hatinya, ayat yang ia baca berikutnya seolah langsung menjawab keraguan tersebut dengan sangat tepat.

Lang merasa Al-Qur’an bukanlah sekadar buku bacaan, melainkan sebuah dialog interaktif. Kitab suci ini seperti tahu apa yang sedang berkecamuk di dalam pikiran pembacanya.

Baca Juga: Fenomena Lazarus Sign: Mayat Bergerak Sendiri, Bukan Mistis!

Takluk oleh Logika Al-Qur’an

Satu per satu teka-teki eksistensial yang menghantuinya sejak remaja—tentang mengapa manusia diciptakan, mengapa ada penderitaan di bumi, dan apa tujuan hidup ini—terjawab dengan runtut dan logis melalui untaian ayat di Surah Al-Baqarah.

Al-Qur’an tidak meminta Lang untuk langsung percaya secara buta, melainkan menantangnya untuk berpikir, merenung, dan menggunakan akal sehat. Pendekatan ilmiah dan rasional inilah yang membuat sang profesor matematika akhirnya “menyerah”.

Pada awal tahun 1980-an, Jeffrey Lang memutuskan untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Pengalaman spiritualnya yang luar biasa ini kemudian ia tuangkan dalam buku-buku refleksi yang sangat menginspirasi dunia, salah satunya yang terkenal berjudul Even Angels Ask.

Bagi Lang, membaca Al-Qur’an bukanlah sebuah kebetulan, melainkan sebuah keberuntungan terbesar dalam hidupnya.(Red)