TANAMPANEN.COM – Sejumlah warga memprotes status mereka yang tercatat dalam Desil 9 atau 10 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Mereka merasa kondisi ekonomi keluarganya masih pas-pasan dan tidak mencerminkan kelompok masyarakat mampu.
Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan, penetapan desil tidak ditentukan hanya berdasarkan besar kecilnya gaji atau penghasilan bulanan. Desil merupakan hasil pemeringkatan relatif berdasarkan berbagai indikator kondisi kesejahteraan rumah tangga.
Penilaian tersebut mencakup kondisi tempat tinggal, kepemilikan aset dan barang, demografi keluarga, pendidikan, ketenagakerjaan hingga kondisi kesehatan. Pemeringkatan juga dilakukan berdasarkan kondisi rumah tangga secara keseluruhan, bukan penghasilan satu individu.
Baca Juga: Protes Soal Parkir di Polda Metro: Gedung Dibangun Pakai Pajak Rakyat, Parkir Bayar!
Karena itu, Desil 9 dan 10 tidak serta-merta berarti seluruh rumah tangga di dalamnya merupakan keluarga kaya raya. Desil 10 mencakup rentang kondisi ekonomi yang cukup beragam, termasuk kelompok menengah hingga kelompok yang sangat mampu.
Baca Juga: Jadi Pengacara Febrie, Netizen Ajak Unfollow Massal Akun Media Sosial Hotman Paris
Warga yang merasa status desilnya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya dapat mengajukan perbaikan data melalui fitur usul atau sanggah pada Aplikasi Cek Bansos. Pengaduan juga dapat disampaikan melalui pemerintah desa atau kelurahan maupun Dinas Sosial setempat.
Persoalan tersebut menunjukkan pentingnya pemutakhiran data secara berkala agar status sosial ekonomi yang tercatat dalam DTSEN benar-benar sesuai dengan kondisi riil masyarakat.
