JAKARTA, TANAMPANEN.COM — Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid, menghadiri Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026. Usai mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI, putri dari Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap poin-poin utama yang dipaparkan oleh kepala negara.
Yenny menilai pidato Presiden menekankan prinsip mendasar dalam bernegara, yakni keberhasilan dan kemajuan pembangunan nasional pada akhirnya harus berdampak langsung pada kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
“Ada satu hal yang kembali terasa penting dari pidato Pak Presiden hari ini: bahwa kemajuan sebuah negara pada akhirnya harus bermuara pada kesejahteraan rakyat,” ujar Yenny Wahid.
Baca Juga: Presiden Prabowo Gandeng Pindad Bikin Becak Listrik Pakai Dana Pribadi
Ia juga menggarisbawahi relevansi pesan Presiden terkait penguatan daya saing dan ketahanan nasional di tengah dinamika situasi global yang tidak pasti. Menurutnya, ukuran pemerintahan yang kuat tidak hanya ditunjukkan oleh capaian angka statistik pertumbuhan ekonomi semata.
“Di tengah dunia yang semakin penuh ketidakpastian, Pak Presiden menekankan pentingnya kemandirian ekonomi dan kemampuan Indonesia untuk berdiri di atas kekuatannya sendiri,” tegasnya.
“Pemerintahan yang kuat bukan hanya tentang besarnya angka pertumbuhan, tetapi tentang bagaimana pertumbuhan itu membuka kesempatan, menciptakan pekerjaan, memperkuat daya beli, dan membuat kehidupan rakyat menjadi lebih baik.”
Baca Juga: Prabowo Siapkan Rp14 Triliun, Instruksi Revitalisasi Sekolah di 2026
Menutup pernyataannya, Yenny berharap agar poin-poin strategis dan komitmen yang disampaikan dalam forum tertinggi kenegaraan tersebut dapat direalisasikan secara nyata dalam program kerja pemerintah. Ia juga menyampaikan pesan reflektif menyambut peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Semoga seluruh gagasan dan ikhtiar yang disampaikan hari ini benar-benar menemukan jalannya dalam kehidupan sehari-hari rakyat Indonesia,” kata Yenny. “Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Merdeka bukan sekadar warisan sejarah, tetapi amanah untuk terus menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat”.(Red)
