Trump Umumkan Kesepakatan Damai dan Akhiri Perang dengan Iran

Trump Umumkan Kesepakatan Damai dan Akhiri Perang dengan Iran

WASHINGTON, TANAMPANEN.COM — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa dirinya akan menandatangani kesepakatan damai bersejarah guna mengakhiri konflik bersenjata dengan Iran yang telah berlangsung selama hampir empat bulan terakhir.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Trump melalui akun resminya di platform media sosial Truth Social. Dalam unggahannya, Trump menegaskan bahwa kesepakatan ini telah rampung sepenuhnya.

“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat untuk semuanya!” tulis Trump.

Baca Juga: Rupiah Makin Lemah, Petani Getah Karet Makin Senang!

“Dengan ini saya memberikan wewenang penuh atas pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa biaya, dan secara bersamaan, mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat. Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir!” sambungnya.

Melalui pernyataan terpisah di platform yang sama, Trump juga mengklaim bahwa kesepakatan ini akan memastikan Iran tidak akan mengembangkan atau memiliki senjata nuklir, seraya menyebut komitmen baru ini sebagai “dinding pembatas menuju tanpa senjata nuklir.”

Sedangkan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, yang bertindak sebagai mediator utama dalam konflik ini, turut mengonfirmasi melalui media sosialnya bahwa kedua negara telah sepakat untuk menghentikan seluruh operasi militer secara permanen di semua lini, termasuk eskalasi di wilayah Lebanon.

Baca Juga: Bukan Hilang Misterius, Begini Kisah Tentang Ilmuwan Dr Irwin Moon

Prosesi penandatanganan resmi dokumen perdamaian dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 19 Juni 2026, di Swiss. Pasca-penandatanganan, kedua pihak akan langsung memasuki masa transisi selama 60 hari untuk membahas detail teknis terkait pelonggaran sanksi ekonomi dan pengawasan program nuklir Iran.

Meski situasi sempat memanas akibat serangan udara di Beirut menjelang pengumuman, tercapainya kesepakatan ini diharapkan menjadi titik balik stabilitas geopolitik dan pemulihan jalur energi global.(Red)