VERSAILLES, PRANCIS, TANAMPANEN.COM – Hubungan antara Amerika Serikat dan Iran memasuki babak baru yang bersejarah. Presiden AS Donald Trump resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) perdamaian dengan Iran pada Rabu (17/6/2026) malam waktu setempat.
Penandatanganan yang berlangsung di Istana Versailles, Prancis, ini disaksikan langsung oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
Momen penandatanganan ini dilakukan di sela-sela rangkaian pertemuan KTT G7. Dokumen yang diberi nama Islamabad Memorandum of Understanding tersebut menjadi landasan bagi penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk konflik yang saat ini terjadi di Lebanon.
14 Poin Kesepakatan
Pejabat senior pemerintah AS mengungkapkan bahwa MoU tersebut memuat 14 poin krusial yang harus dipatuhi kedua belah pihak. Beberapa poin utama di antaranya meliputi:
>>> Penghentian Permanen Operasi Militer: Kedua negara berkomitmen untuk tidak memulai serangan dan menahan diri dari penggunaan kekerasan satu sama lain.
>>> Tenggat Waktu Negosiasi 60 Hari: AS dan Iran sepakat untuk melakukan negosiasi intensif dalam jangka waktu 60 hari ke depan guna mencapai kesepakatan permanen yang nantinya akan disahkan melalui resolusi Dewan Keamanan PBB.
>> Pencabutan Blokade: Amerika Serikat berkomitmen untuk mulai mencabut blokade angkatan laut dan hambatan akses terhadap Iran dalam waktu 30 hari ke depan.
>> Penghormatan Kedaulatan: Kedua pihak sepakat untuk saling menghormati integritas wilayah dan tidak mencampuri urusan internal masing-masing.
Baca Juga: Draf MoU: 14 Poin Perdamaian AS dan Iran, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun
Transparansi dan Respons Global
Dokumen kesepakatan ini ditandatangani dalam dua bahasa, yakni Inggris dan Farisi, sebagai wujud transparansi tinggi sesuai permintaan pihak Iran. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, juga telah menandatangani dokumen yang sama pada hari yang sama, menandai komitmen kedua negara untuk meredakan ketegangan.
Baca Juga: Trump Umumkan Kesepakatan Damai dan Akhiri Perang dengan Iran
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyambut baik langkah ini. Melalui akun media sosialnya, Macron menyebut penandatanganan ini sebagai “langkah penting ke arah yang benar” yang diharapkan mampu menurunkan harga energi global dan membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran internasional.
Meski demikian, langkah ini diprediksi akan menghadapi tantangan, terutama terkait isu program nuklir dan respons dari kelompok oposisi di Iran maupun pihak-pihak regional terkait. Meski begitu, Trump optimistis bahwa kesepakatan ini merupakan kemenangan besar bagi stabilitas dunia. “Ini adalah langkah yang tidak mudah,” ujar Trump saat meninggalkan lokasi penandatanganan.
