Prabowo Sentil Laporan Keuangan BUMN: Banyak yang Rugi Tapi Dilaporkan Untung

Prabowo Sentil Laporan Keuangan BUMN: Banyak yang Rugi Tapi Dilaporkan Untung

JAKARTA, TANAMPANEN.COM — Presiden Prabowo Subianto menyoroti tata kelola dan transparansi keuangan di tubuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Prabowo mengungkapkan indikasi adanya manipulasi laporan keuangan di sejumlah BUMN yang mencatatkan laba di atas kertas, padahal secara realitas mengalami kerugian.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan arahan terkait efisiensi dan pembenahan tata kelola perusahaan pelat merah. Menurutnya, praktik “kosmetik keuangan” ini sangat merugikan negara dan tidak boleh dibiarkan berlanjut.

Baca Juga: Biang Kerok Penghambat Pertumbuhan Ekonomi Itu Koruptor dan Mafia!

Poin Utama Sorotan Presiden

Laporan “Palsu”: Sejumlah BUMN melaporkan keuntungan untuk menjaga citra atau meraih bonus, meski kondisi riil arus kas dalam kondisi kritis.

Evaluasi & Audit Total: Pemerintah akan melakukan pemeriksaan komprehensif terhadap pembukuan BUMN untuk memastikan akuntabilitas.

Sanksi Tegas: Jajaran direksi atau manajemen yang terbukti memanipulasi pembukuan demi keuntungan pribadi/kelompok terancam ditindak tegas.

Fokus Efisiensi: BUMN diminta kembali ke fungsi utamanya sebagai penggerak ekonomi nasional, bukan sekadar memoles angka di atas kertas.

Baca Juga: Tiga Perkara Utama Kasus Febrie Ardiansyah, Ada Nama-nama Besar Terlibat?

“Jangan sampai ada lagi laporan keuangan yang direkayasa. Seolah-olah untung padahal rugi. Kita harus jujur dan transparan demi perbaikan ekonomi,” tegas Prabowo.

Langkah pembersihan ini diharapkan mampu mendorong BUMN menjadi lebih sehat, profesional, serta memberikan kontribusi nyata bagi penerimaan negara.(Red)