Panen Massal, Durian Malaysia Dibagikan Secara Gratis

Panen Massal, Durian Malaysia Dibagikan Secara Gratis

SINGAPURA, TANAMPANEN.COM  — Fenomena unik tengah melanda kawasan Tampines, Singapura. Antrean warga mengular hingga dua blok bukan untuk memburu diskon barang elektronik atau pakaian, melainkan demi mendapatkan buah durian secara cuma-cuma.

Aksi bagi-bagi ini dilakukan oleh sebuah kios buah lokal bernama Durian Ninja. Tidak tanggung-tanggung, kios tersebut menggelontorkan sekitar 600 kilogram durian setiap harinya untuk dibagikan gratis kepada masyarakat. Buah yang biasanya dibanderol dengan harga kisaran Rp358.000 per buah tersebut, kini bisa dinikmati tanpa mengeluarkan uang sepeser pun.

Dipicu “Tsunami Durian” dari Malaysia

Kemurahan hati para pedagang di Singapura ini bukan tanpa alasan. Langkah ekstrem ini diambil akibat terjadinya kelebihan pasokan (oversupply) yang sangat masif dari negara tetangga, Malaysia, yang dikenal sebagai salah satu raksasa produsen durian global.

Kondisi yang dijuluki sebagai “tsunami durian” ini merupakan dampak jangka panjang dari tren satu dekade lalu. Saat itu, banyak warga dan petani di Malaysia berbondong-bondong menebang perkebunan karet atau kelapa sawit mereka untuk dialihkan menjadi perkebunan durian, demi mengincar tingginya permintaan pasar dari China.

Baca Juga: Investasi: Perhitungan ROI Kebun Durian di Tegal

Kini, pohon-pohon durian yang ditanam massal tersebut memasuki masa panen raya secara bersamaan. Akibatnya, pasar dibanjiri buah durian segar yang jauh melebihi kapasitas serapan pasar normal.

Sisi Lain: Petani Menjerit, Pedagang Putar Otak

Meskipun para pencinta durian di Singapura dan Malaysia berpesta pora menikmati runtuhan “raja buah” dengan harga miring, kondisi ini menjadi pukulan telak bagi para petani.

Harga Anjlok Drastis: Di tingkat pengecer, varietas premium seperti Musang King yang biasanya mahal, kini harganya jatuh hingga setengahnya.

Strategi Kreatif Pedagang: Untuk menghabiskan stok agar tidak membusuk sia-sia, para pedagang harus memutar otak. Di Pahang, Malaysia, sebuah kios bahkan membuat promo “sepuasnya” di mana pembeli boleh membawa pulang durian satu karung penuh hanya dengan membayar 100 ringgit.

Subsidi Silang Komoditas: Beberapa petani mengaku terpaksa memangkas harga jual secara ekstrem dan mencoba menutupi kerugian operasional mereka dengan mengandalkan keuntungan dari komoditas buah lain, seperti pisang.

Baca Juga: Cek Fakta! Benarkah Investor Ini Sebut Indonesia “Negeri Distributor”?

Hingga saat ini, kios-kios durian di Singapura masih terus diserbu warga. Bagi pemilik kios, strategi membagikan durian sisa ukuran kecil seharga serendah S$1 (sekitar Rp13.000) menjadi jalan tengah untuk menyenangkan hati pelanggan sekaligus menghabiskan sisa pasokan yang melimpah ruah.(Red)