MADRID, TANAMPANEN.COM – Menyajikan pemandangan yang memicu adrenalin sekaligus mengagumkan, sebuah kota tua di wilayah Andalusia, Spanyol, mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial. Kota bernama Ronda ini dikenal luas karena tata letaknya yang ekstrem, yakni berdiri kokoh di atas dataran tinggi batu kapur yang terbelah oleh jurang raksasa.
Ngarai sedalam lebih dari 100 meter yang dikenal sebagai El Tajo tersebut memisahkan kota menjadi dua bagian: distrik tua peninggalan masa Moor (Islam) dan area kota baru yang dibangun pada abad ke-18. Di dasar jurang yang terjal, mengalir deras Sungai Guadalevín yang kian menambah eksotisme lanskap kawasan ini.
Baca Juga: Ghost Detector atau Spirit Box: Bukan Alat Komunikasi dengan Makhluk Astral
Ikon Jembatan Raksasa dan Rumah Gantung
Daya tarik utama yang menjadi magnet wisatawan di Ronda adalah Puente Nuevo (Jembatan Baru). Selesai dibangun pada tahun 1793 setelah memakan waktu pengerjaan selama 42 tahun, jembatan batu megah ini memiliki pilar-pilar raksasa yang menancap langsung hingga ke dasar ngarai untuk menghubungkan kedua sisi kota.
Selain jembatan, keunikan Ronda terletak pada deretan rumah penduduk bercat putih khas Andalusia (pueblos blancos) yang dibangun tepat di bibir tebing. Dari jendela rumah-rumah tersebut, sejauh mata memandang hanyalah hamparan jurang vertikal yang curam, menyuguhkan sensasi tinggal di atas awan sekaligus menguji keberanian bagi siapa saja yang berkunjung.
Saksi Bisu Sejarah Lintas Zaman
Bukan sekadar menawarkan lanskap alam yang ekstrem, Ronda sejatinya merupakan salah satu kota tertua di Spanyol. Didirikan pertama kali oleh bangsa Romawi, kota ini kemudian berkembang pesat di bawah pemerintahan Kekhalifahan Islam sebelum akhirnya direbut kembali oleh kerajaan Kristen pada akhir abad ke-15.
Perpaduan arsitektur kuno dan bentang alam yang dramatis ini pula yang sempat menginspirasi banyak seniman besar dunia, termasuk penulis terkenal Ernest Hemingway.
Baca Juga: Auroville: Kota Universal Tanpa Uang, Negara, dan Agama
Kini, dengan struktur bangunan yang tetap terjaga kokoh selama berabad-abad, Ronda berhasil membuktikan bahwa harmoni antara arsitektur ekstrem buatan manusia dan alam bisa menciptakan mahakarya yang terus mengagumkan dunia.(Red)
