TANAMPANEN.COM – Harga kacang tanah di pasaran terus melambung tinggi. Tren kenaikan yang telah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir mencapai puncaknya menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus.
Di tingkat distributor, harga kacang tanah kini menembus Rp15.000 per kilogram. Sementara di tingkat eceran, harganya melonjak tajam hingga menyentuh Rp18.000 hingga Rp20.000 per kilogram.
Baca Juga: Harga Sayur Lokal Merangkak Naik, Timun Paling Mahal
Lonjakan ini dipicu oleh kelangkaan stok barang yang bertabrakan dengan melonjaknya permintaan masyarakat. Momen 17-an membuat kebutuhan kacang tanah untuk camilan perayaan meningkat drastis.
Sebelum puncak lonjakan di bulan Agustus, harga kacang tanah sebenarnya sudah merangkak naik di kisaran Rp12.000 hingga Rp13.000 per kilogram sejak Mei hingga Juli. Padahal, harga normal di tingkat distributor berkisar antara Rp7.000 hingga Rp10.000 per kilogram, di mana harga termurah biasanya hanya terjadi sekali dalam setahun saat panen raya dan bertahan beberapa bulan saja.
Baca Juga: Para Pengecer Mogok Tak Mau Jualan, Harga Timun Turun Drastis
Kondisi harga mahal ini membawa beban berat bagi pedagang eceran. Selain modal membengkak, kualitas barang justru menurun karena banyak tercampur kacang muda yang cepat menyusut dan tidak laku dijual. Akibat tinggi dan besarnya risiko kerugian, sejumlah pedagang eceran memilih untuk berhenti mengecer kacang tanah sementara waktu.
“Sementara berhenti jual kacang tanah. Harganya terlalu tinggi dan resikonya besar. Banyak kacang tanah yang masih muda ikut terbawa. Jadi kurang laku dijual, terpaksa diobral,” keluh pengecer di Pasar. (Red)
