Meski Jual Rugi, Pedagang Buah Kramat Jati Tetap Sepi Pembeli

Meski Jual Rugi, Pedagang Buah Kramat Jati Tetap Sepi Pembeli

JAKARTA, TANAMPANEN.COM – Pedagang buah di Pasar Induk Kramat Jati kini menghadapi masa sulit. Meski rela menjual rugi dengan menurunkan harga, pembeli tetap sepi. Kondisi ini membuat omzet pedagang turun hingga 30–40 persen dalam sebulan terakhir.

Margono, salah satu pedagang jeruk, mengaku terpaksa melepas dagangan dengan harga Rp11.000/kg, padahal harga normal mencapai Rp13.000/kg.

“Sekarang yang penting ada yang beli. Turun Rp2 ribu–Rp3 ribu per item pun saya lepas. Saya mau ‘ngerugiin’ barang saja sulit laku, apalagi mau cari untung,” ujarnya.

Baca Juga: Meski Harga Kol dan Daun Bawang Turun Rp 500 Perkilo, Pasar Belum Ada Respon

Warga lebih memprioritaskan kebutuhan pokok seperti beras dan telur.Restoran dan retail yang biasanya menjadi pelanggan tetap juga mengurangi belanja.Buah dan sayur sebagai komoditas mudah rusak semakin menambah beban pedagang.

Baca Juga: Mall Sepi Pengunjung dan Pasar Sepi Pembeli, Alarm Keras Bagi Pemerintah!

Berikut beberapa faktor yang menjadi penyebab menurunnya daya beli masyarakat:

Pelemahan rupiah terhadap dolar AS membuat harga kebutuhan lain naik.

Tekanan ekonomi memaksa masyarakat mengurangi pengeluaran untuk buah.

Distribusi terbatas karena tidak semua pedagang bisa menjadi mitra program pemerintah.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut bisa membantu menyerap buah di pasaran. Namun, tidak semua pedagang terlibat dalam jaringan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga banyak yang tetap kesulitan menjual dagangan.(Red)