JAKARTA, TANAMPANEN.COM — Pengamat politik Rocky Gerung menilai Presiden Prabowo Subianto harus melakukan langkah drastis dengan mengganti mayoritas menteri dalam kabinet.
Ia menekankan, setidaknya 75 persen anggota kabinet perlu diganti agar pemerintahan tidak hancur dalam waktu dekat.
Dalam pernyataannya, Rocky menyampaikan kritik keras terhadap komposisi kabinet saat ini:
“Prabowo harus melakukan radical break. Ganti 75 persen kabinet, karena sebagian besar menteri sekarang hanyalah oportunis dan profiteer. Kalau tidak, pemerintahan ini bisa hancur dalam beberapa minggu.”
Rocky juga menyoroti ancaman ekonomi yang semakin nyata: “Indonesia masih bergantung pada dolar. Kalau tidak ada perubahan nilai dan moral kepemimpinan, krisis bisa datang lebih cepat dari yang dibayangkan. Presiden harus berani keluar dari bayang-bayang masa lalu.”
Baca Juga: Selama Prabowo Memimpin, Lima Kali Reshuffle Kabinet Merah Putih
Menurut Rocky, langkah reshuffle besar bukan sekadar pergantian posisi, melainkan perubahan fundamental dalam arah kepemimpinan.
Sebelumnya, sejak dilantik Oktober 2024, Prabowo sudah beberapa kali melakukan perombakan kabinet, termasuk mengganti Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan Purbaya Yudhi Sadewa pada September 2025.
Rocky menilai reshuffle yang dilakukan sejauh ini tidak menyentuh akar masalah, karena tokoh-tokoh yang dianggap bermasalah tetap dipertahankan.
Baca Juga: Reshuffle Kabinet Prabowo, Inisial RA Tolak Tawaran Menteri, Apa Ini Orangnya?
Pergantian Sri Mulyani sebelumnya sempat memicu pelemahan IHSG dan rupiah, menunjukkan reshuffle kabinet berdampak langsung pada stabilitas ekonomi.
Tantangan Prabowo: Jika benar dilakukan, reshuffle besar ini akan menjadi ujian bagi Prabowo untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus investor.
Rocky Gerung menegaskan bahwa Prabowo harus berani mengganti mayoritas menteri agar pemerintahan tidak terjebak dalam pola lama. Saran ini mencerminkan tuntutan perubahan nyata, bukan sekadar kosmetik politik.
Dengan pernyataan keras ini, Rocky seakan menantang Presiden Prabowo untuk membuktikan kepemimpinannya melalui langkah berani yang bisa mengubah arah pemerintahan.(Red)
