TANAMPANEN.COM – Fenomena “langit terbelah” kembali viral di TikTok, memicu beragam tafsir di masyarakat. Sebagian menganggapnya tanda kiamat, sementara ilmuwan menegaskan bahwa fenomena tersebut hanyalah peristiwa atmosfer biasa.
Versi Sains
Menurut penjelasan BMKG, garis lurus di langit bisa muncul karena:
• Awan roll yang terbentuk dari pertemuan massa udara berbeda.
• Jejak pesawat (contrails) yang membeku di atmosfer.
• Efek cahaya matahari yang membelah awan tipis sehingga tampak seperti retakan.
Fenomena ini bersifat alami dan tidak berhubungan dengan bencana.
Baca Juga: Fenomena Lazarus Sign: Mayat Bergerak Sendiri, Bukan Mistis!
Versi Al-Qur’an
Ayat tentang “langit terbelah” muncul di beberapa surah, antara lain:
Al-Inshiqaq 84:1: “Apabila langit terbelah…”
Al-Infitar 82:1: “Apabila langit terbelah…”
Al-Haqqah 69:16: “Dan apabila langit terbelah, lalu menjadi lemah…”
Tafsir klasik seperti Ibnu Katsir dan Al-Qurtubi menegaskan bahwa ayat ini merujuk pada peristiwa akhir zaman, ketika struktur kosmos runtuh sebagai tanda kiamat.
Baca Juga: Doa Awal Tahun dan Tradisi 1 Suro yang Disalahartikan
Kesimpulan
Fenomena “langit terbelah” yang viral di TikTok asli secara ilmiah sebagai fenomena atmosfer, tetapi tidak identik dengan “langit terbelah” dalam Al-Qur’an.
Sains menafsirkannya sebagai interaksi awan, udara, dan cahaya.
Al-Qur’an menekankan makna eskatologis: tanda kehancuran alam semesta di hari kiamat.
Dengan demikian, fenomena viral hanyalah kemiripan visual, bukan manifestasi langsung dari ayat suci.(Red)
