Kedatangan Ustaz Abdul Somad di Kutai Barat Sempat Ditolak, Agenda Dakwah Tetap Berjalan Aman

Kedatangan Ustaz Abdul Somad di Kutai Barat Sempat Ditolak, Agenda Dakwah Tetap Berjalan Aman

KUTAI BARAT, TANAMPANEN.COM – Kunjungan Ustaz Abdul Somad (UAS) ke Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, sempat diwarnai penolakan dari sejumlah warga. Meski demikian, seluruh rangkaian kegiatan dakwah UAS tetap berlangsung sesuai jadwal dalam suasana aman dan kondusif.

Penolakan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial setelah beredar video yang memperlihatkan aksi sejumlah warga menyuarakan keberatan atas kedatangan pendakwah asal Riau itu. Namun, aparat keamanan bersama pemerintah daerah dan tokoh masyarakat melakukan koordinasi sehingga situasi tetap terkendali.

Ustaz Abdul Somad tiba di Bandara Melalan, Sendawar, pada Jumat (3/7) dan disambut oleh tokoh agama, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Kutai Barat, serta masyarakat yang telah menantikan kedatangannya.

Baca Juga: UAS Jadi Saksi di Kasus Dugaan Korupsi dan Gratifikasi Abdul Wahid

Dalam kunjungannya, UAS mengisi Tabligh Akbar di Islamic Centre Melak pada Jumat malam. Keesokan harinya, ia menghadiri tasyakuran Hari Lahir ke-34 Pondok Pesantren Assalam. Rangkaian kegiatan tersebut juga dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam agenda silaturahmi bersama para tokoh agama.

Pihak penyelenggara menyampaikan bahwa kelancaran kegiatan merupakan hasil koordinasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, dan berbagai elemen masyarakat.

Mereka berharap kegiatan dakwah tersebut menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat kerukunan antarumat beragama, serta menjaga persatuan di tengah masyarakat Kutai Barat.

Baca Juga: Ribuan Anak Muda di China Rela Antre Masuk Perpustakaan Demi Ilmu

Sebelum bertolak ke Kutai Barat, Ustaz Abdul Somad terlebih dahulu memberikan tausiah di Masjid Al-Ikhlas, Markas Polda Kalimantan Timur di Balikpapan. Dalam ceramahnya, ia mengajak jajaran kepolisian untuk memperkuat mental dan spiritual dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Hingga seluruh agenda selesai, tidak dilaporkan adanya gangguan keamanan yang berarti. Kegiatan berlangsung tertib dengan pengamanan dari aparat serta dukungan berbagai unsur masyarakat setempat.(Red)