JAKARTA, TANAMPANEN.COM — Dinamika politik internal Nahdlatul Ulama (NU) menjelang Muktamar ke-35 terus memanas. Tokoh muda Nahdliyin sekaligus Ketua Umum Netra Bangsa Indonesia (NBI), HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau yang akrab disapa Gus Lilur, membongkar manuver politik di balik pembentukan panitia persiapan muktamar atau yang dikenal sebagai Panitia 9.
Gus Lilur secara tegas menepis tuduhan bahwa Presiden Prabowo Subianto ikut campur atau sengaja menyiapkan panitia tersebut untuk mengerdilkan peran NU. Menurutnya, framing yang menyeret nama Presiden tidaklah benar. Sebaliknya, ia menuding ada sosok internal NU yang memanfaatkan narasi kekuasaan demi mengamankan posisi politik mereka sendiri.
Dalam pernyataannya, Gus Lilur menunjuk dua nama pejabat publik yang juga tokoh NU, yakni Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Nusron Wahid. Ia menilai keduanya berambisi untuk terus menancapkan pengaruh dan mempertahankan kekuasaan, baik di jajaran kepengurusan PBNU maupun di lingkaran pemerintahan.
Baca Juga: Said Aqil Pastikan Tak Maju Caketum PBNU, Ini Peta Figur Potensial Penggantinya!
Berikut pernyataan lengkap yang disampaikan oleh Gus Lilur:
“Saya tidak percaya kalau Panitia 9 disiapkan oleh Pak Prabowo untuk mengkerdilkan NU. Yang saya yakini, di balik pembentukan Panitia 9 Muktamar NU itu ada manuver dari Gus Ipul dan Nusron Wahid. Merekalah yang berkepentingan dan tetap ingin berkuasa, baik di struktur NU maupun di pemerintahan, dengan memanfaatkan jualan nama kekuasaan.”
Baca Juga: Pengasuh Ponpes Tebuireng Dilaporkan ke Polisi Dugaan Pencemaran Nama Baik Rais Am PBNU
Pernyataan menohok ini mendulang respons luas di kalangan Nahdliyin, memicu perdebatan hangat mengenai independensi PBNU dan pengaruh manuver elit politik dalam menentukan arah Muktamar NU mendatang.(Red)
