KUPANG, TANAMPANEN.COM – Kasus kematian tragis dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni (dr. Icha) di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus memantik gelombang desakan publik. Aparat kepolisian kini didesak untuk mengusut tuntas dugaan pelanggaran pidana sekaligus pelanggaran etik oleh oknum anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang diduga kuat melakukan intimidasi terhadap almarhumah saat bertugas.
Dokter muda yang bertugas di IGD Rumah Sakit Leona Kefamenanu tersebut nekat mengakhiri hidupnya pada Jumat (26/6), diduga akibat depresi berat setelah dibentak dan diintimidasi oleh oknum anggota dewan saat menangani pasien gigitan ular pada 13 Juni lalu.
Desakan Pidana dan Etik dari Parlemen Pusat
Sorotan tajam datang dari Anggota DPR RI, Rieke Diah Pitaloka. Politisi senior ini mengecam keras tindakan arogansi oknum pejabat daerah terhadap tenaga kesehatan (nakes). Rieke mendesak agar Polres TTU dan Polda NTT bergerak cepat tanpa ragu memproses hukum para pelaku.
“Tidak boleh ada toleransi bagi siapapun yang melakukan intimidasi terhadap nakes yang sedang bertugas menyelamatkan nyawa masyarakat sesuai SOP,” tegas Rieke.
Selain proses hukum di kepolisian,
Rieke juga mendesak Badan Kehormatan (BK) DPRD TTU untuk segera menggelar sidang etik terhadap tiga anggota dewan yang terlibat, yaitu Theresius Lazakar, Robertus Tubani, dan Veronika Lake. Langkah ini dinilai penting untuk memulihkan martabat institusi wakil rakyat.
Baca Juga: Ibu Tiri dan Ayah Kandung Jadi Tersangka Kasus Kematian Nizam
Polisi Mulai Periksa Anggota Dewan
Merespons desakan yang kian masif, Polres TTU bergerak cepat. Penyidik menjadwalkan pemeriksaan resmi terhadap ketiga oknum anggota DPRD TTU tersebut pada hari ini, Senin (29/6), untuk menggali keterangan terkait insiden di ruang IGD RS Leona.
Di sisi lain, ketiga anggota dewan tersebut berdalih bahwa nada bicara mereka yang meninggi dipicu oleh situasi panik dan kekhawatiran atas kondisi keponakan mereka yang digigit ular, serta membantah adanya niat melakukan pengancaman.
Baca Juga: RIRIN Dituntut Hukuman Mati atas Kasus Pembunuhan
Solidaritas dan Duka Mendalam
Wafatnya dr. Icha memicu aksi solidaritas luas dari rekan sejawat. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah NTT menggelar aksi 1.000 lilin sebagai simbol keprihatinan sekaligus tuntutan jaminan keselamatan bagi seluruh nakes di garda terdepan.
Jenazah almarhumah dr. Icha telah dimakamkan hari ini di Kupang diiringi tangis histeris keluarga dan ratusan rekan seprofesi. Publik kini menunggu ketegasan hukum dari pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini demi keadilan bagi almarhumah.(Red)
