Kantor BGN Digeruduk Massa, BEM UI Siapkan Aksi Demonstrasi

Kantor BGN Digeruduk Massa, BEM UI Siapkan Aksi Demonstrasi

JAKARTA, TanaPanen.com – Gelombang penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) kian memanas. Setelah kantor Badan Gizi Nasional (BGN) digeruduk oleh massa aksi dari kelompok masyarakat sipil, kini giliran Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) yang bersiap turun ke jalan untuk menggelar aksi demonstrasi besar-besaran.

Tensi publik meningkat setelah beredarnya video dokumenter dari Watchdoc yang memperlihatkan aksi unjuk rasa di depan kantor BGN yang berlokasi di Jalan Kebon Sirih No. 1, Menteng, Jakarta Pusat.

Dalam aksi tersebut, ketegangan sempat memuncak ketika seorang ibu pedagang yang melintas spontan meluapkan kemarahannya di depan massa. Dengan lantang menggunakan megafon, ia meneriakkan tuntutan agar program MBG dihapus karena dinilai telah merusak stabilitas harga pasar dan memukul telak mata pencaharian pedagang kecil.

Aksi di kantor BGN tersebut diorganisir oleh sejumlah elemen masyarakat sipil, termasuk Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA). Selain menyuarakan jeritan pedagang tradisional, massa membawa tuntutan formal mendesak dilakukannya audit menyeluruh terhadap tata kelola MBG.

Mereka menyoroti ancaman alih fungsi lahan masif dan monopoli pasokan pangan yang dinilai menyingkirkan peran petani serta pelaku usaha mikro lokal.

Baca Juga: MBG Merusak Harga Sayur, Pemerintah Harus Evaluasi

BEM UI Konsolidasi Massa

Merespons keresahan akar rumput yang kian meluas, BEM UI secara resmi melayangkan seruan aksi demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 12 Juni 2026. Aksi yang akan dipusatkan di Bundaran HI, Jakarta ini, membawa rapor merah kebijakan ekonomi pemerintah, termasuk persoalan fluktuasi nilai tukar rupiah dan carut-marut program MBG.

Dalam maklumatnya, BEM UI mengusung lima tuntutan utama, di antaranya mendesak penghentian total program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Mahasiswa juga menuntut pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, menghentikan pemborosan APBN, serta menyetop militerisme di ranah sipil terkait revisi UU Polri.

Baca Juga: Ribuan Massa Gelar Aksi Demonstrasi di Gambir, Tuntut Cabut Mandat Prabowo

Bergabungnya sektor mahasiswa dalam gelombang protes ini menandakan bahwa polemik MBG bukan lagi sekadar perdebatan di ruang seminar, melainkan telah menjadi pemantik krisis kepercayaan publik akibat dampaknya yang langsung dirasakan oleh ekonomi rakyat bawah.(Red)