JAKARTA, TANAMPANEN.COM – PT PLN (Persero) akhirnya buka suara terkait pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa belakangan ini. Manajemen PLN menjelaskan bahwa kebijakan manajemen beban ini terpaksa dilakukan akibat adanya penurunan signifikan pada kapasitas suplai sistem kelistrikan Jawa-Bali.
Berdasarkan keterangan resmi, setidaknya ada dua faktor utama yang menjadi pemicu gangguan ini:
• Kendala Teknis Pembangkit: Terjadi gangguan operasional mendadak pada dua unit pembangkit listrik besar di Jawa. Kondisi ini memaksa pembangkit tersebut berhenti beroperasi sementara untuk menjalani perbaikan darurat, sehingga pasokan daya ke sistem transmisi berkurang drastis.
Baca Juga: Tangis Nadya: Gagal di OSN Karena Listrik Padam Saat Kompetisi Berlangsung
• Krisis Pasokan Batu Bara: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bersama manajemen PLN mengonfirmasi adanya hambatan logistik pada pasokan batu bara jenis medium untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Seretnya pasokan ini membuat beberapa PLTU harus mengerem output daya demi menghemat sisa stok yang ada.
Untuk menghindari blackout atau mati lampu total secara meluas, PLN menerapkan kebijakan manajemen beban terukur melalui pemadaman bergilir di beberapa titik wilayah.
Baca Juga: Sumatera Kembali Gelap: Pemadaman Listrik Massal Picu Amarah Netizen
Direktur Utama PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan masyarakat dan menegaskan bahwa tim teknis tengah bekerja 24 jam untuk mempercepat pemulihan pembangkit serta mengamankan pasokan batu bara.
PLN juga mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap hoaks selebaran pemadaman total (blackout) 3 hari yang beredar di media sosial, dan memastikan bahwa pemulihan dilakukan secara bertahap secepatnya.(Red)
