Hoax! Barbara O’Neill: Beri Anak Paracetamol Bisa Gagal Ginjal

Hoax! Barbara O’Neill: Beri Anak Paracetamol Bisa Gagal Ginjal

JAKARTA, TANAMPANEN.COM – Media sosial, khususnya platform TikTok, baru-baru ini dihebohkan oleh video viral yang menarasikan bahwa pemberian obat Paracetamol pada anak dapat memicu efek jangka panjang berupa gagal ginjal. Narasi tersebut diklaim bersumber dari pernyataan seorang tokoh bernama Barbara O’Neill.

Namun, setelah ditelusuri berdasarkan fakta medis dan regulasi kesehatan internasional, klaim tersebut dipastikan Hoaks dan menyesatkan masyarakat.

Baca Juga: HOAX! Parlemen Belanda Bahas Undang-undang Baru Ciptakan Bayi dari Dua DNA Pria

Fakta Medis: Paracetamol Aman Jika Sesuai Dosis

Para ahli kesehatan dan dokter anak menegaskan bahwa Paracetamol tidak menyebabkan gagal ginjal jangka panjang pada anak, asalkan diberikan sesuai dengan dosis dan aturan pakai yang benar.

Paracetamol (asetaminofen) merupakan salah satu obat penurun demam dan pereda nyeri yang paling aman dan paling banyak diuji di dunia. Secara farmakologis, paracetamol diproses dan dimetabolisme oleh organ hati (liver), bukan ginjal.

Kerusakan organ akibat paracetamol hanya dapat terjadi dalam kondisi ekstrem, seperti:

1. Overdosis Akut: Memberikan dosis yang jauh melebihi anjuran berat badan anak, yang dapat memicu keracunan hati akut dan berdampak sekunder pada fungsi ginjal.

2. Penyalahgunaan Jangka Panjang: Memberikan obat ini terus-menerus selama berminggu-minggu tanpa pengawasan medis.

Baca Juga: Nokia Edge Pro Itu Hoax, HMD Global Tak Akan Rilis Hp Flagship

Salah Kaprah Terkait Kasus Gagal Ginjal Akut

Narasi hoaks ini diduga kuat memanfaatkan ketakutan masyarakat terkait kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) pada anak yang sempat marak di Indonesia beberapa tahun lalu.

Pihak Kementerian Kesehatan dan BPOM telah menyatakan bahwa penyebab kasus tersebut bukan zat paracetamol-nya, melainkan adanya kontaminasi zat kimia berbahaya berupa Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) pada bahan pelarut obat sirup tertentu yang melebihi ambang batas aman. Saat ini, obat-obatan sirup yang beredar di pasaran telah melalui pengawasan ketat dan aman untuk dikonsumsi.

Baca Juga: Hoax! Pengemudi Audi di China Dilarang Isi BBM di Seluruh SPBU, Ini Fakta Sebenarnya!

Siapa Sosok Barbara O’Neill?

Dalam video yang beredar, Barbara O’Neill kerap kali disebut atau digelari sebagai “Dokter”. Faktanya, Barbara O’Neill bukanlah seorang dokter medis dan tidak memiliki lisensi resmi di bidang kedokteran.

Barbara O’Neill adalah seorang praktisi kesehatan alternatif dan penulis asal Australia. Ia dikenal luas di internet karena mempromosikan metode penyembuhan alami dan teori-teori kesehatan yang tidak berbasis bukti ilmiah (pseudosains).

Karena klaim-klaimnya yang dinilai berbahaya bagi keselamatan publik, Barbara O’Neill telah mendapatkan sanksi berat di negara asalnya:

Larangan Seumur Hidup: Pada tahun 2019, Lembaga Keluhan Perilaku Kesehatan Australia (Health Care Complaints Commission/ HCCC) secara resmi melarang Barbara O’Neill secara permanen untuk memberikan layanan kesehatan, edukasi, ataupun seminar kesehatan resmi dalam bentuk apa pun.

Klaim Berbahaya: Penyelidikan HCCC menemukan bahwa O’Neill terbukti memberikan nasihat kesehatan yang menyesatkan dan tidak didukung oleh bukti ilmiah, seperti mengklaim bahwa kanker dapat disembuhkan dengan soda kue, serta melarang pemberian antibiotik dan obat-obatan penting (termasuk paracetamol) kepada anak-anak.

Kesimpulan: Jangan Mudah Terkecoh Video Pendek

Masyarakat diimbau untuk tidak menelan mentah-mentah informasi kesehatan yang bersumber dari potongan video di media sosial, terutama yang menggunakan figur publik yang kredibilitas medisnya telah dicabut.

Pemberian paracetamol saat anak demam tetap diperbolehkan dan aman sebagai langkah pertolongan pertama agar anak merasa nyaman dan terhindar dari risiko kejang demam. Hal yang terpenting adalah selalu membaca label kemasan, menyesuaikan dosis dengan berat badan anak (bukan usia), dan segera berkonsultasi ke dokter anak jika demam tidak kunjung turun setelah 3 hari.(Red)