Dulu Prabowo Sebut Rupiah 14 Ribu Pemimpin Gagal, Netizen: Kalau 18 Ribu Disebut Apa?

Dulu Prabowo Sebut Rupiah 14 Ribu Pemimpin Gagal, Netizen: Kalau 18 Ribu Disebut Apa?

JAKARTA, TanamPanen.com — Jejak digital memang kejam, begitu kata pepatah media sosial. Belakangan ini, unggahan-unggahan lawas dari akun resmi Partai Gerindra dan Prabowo Subianto yang mengkritik pemerintahan masa lalu kembali viral dan menjadi panggung hiburan bagi netizen.

Kritik yang dilemparkan belasan tahun lalu itu mendadak ramai dibahas kembali di platform seperti TikTok, memicu berbagai komentar kocak sekaligus menohok.
Kritik Lawas yang Kembali ‘Menghantui’
Pada masa unggahan itu dibuat, nilai tukar Rupiah berada di kisaran Rp 14.000-an per Dolar AS.

Saat itu, pihak Gerindra aktif menyoroti apa yang mereka sebut sebagai kegagalan manajemen ekonomi.

Rakyat Indonesia kecewa dengan pemimpin mereka. Banyak yang tidak sesuai antara ucapan dan tindakan. Insyaallah @Gerindra berbeda,” tulis Prabowo melalui akun X (dulu Twitter) pada 2 November 2011 silam.

Tak berhenti di sana, pada 11 Desember 2013, Prabowo kembali menegaskan kritiknya terkait melemahnya mata uang garuda.

Kondisi rupiah saat ini adalah bukti ekonomi bangsa salah urus bung. Hampir semua nilai tambah dinikmati bangsa asing.”

Baca Juga: Noel Ingatkan Prabowo: Peristiwa 98 Bisa Terulang, Benarkah?

Reaksi Kocak Netizen: Sebuah Pertanyaan Retoris

Melihat situasi ekonomi dan nilai tukar Rupiah saat ini, netizen pun tak tinggal diam. Alih-alih marah, warga net justru merespons jejak digital ini dengan humor khas yang mengocok perut namun tetap terasa “perih”.

Salah satu komentar yang paling banyak mendapat sorotan datang dari akun bernama Yuyha. Dengan nada polos namun sarkastik, ia melontarkan pertanyaan yang bikin dahi mengkerut.

“Jika 14 ribu disebut kegagalan, lantas 18 ribu disebut afaaah?” tulisnya.

Baca Juga: Ribuan Massa Gelar Aksi Demonstrasi di Gambir, Tuntut Cabut Mandat Prabowo

Komentar ini langsung memancing rantai respons jenaka lainnya dari netizen:

Mungkin namanya bukan gagal lagi, tapi ‘gagal premium’ atau ‘gagal pro max’!” canda salah satu akun.

“Dulu salah urus, kalau sekarang mungkin lupa diurus,” timpal netizen lain sambil menyematkan emoji tertawa.

Hingga saat ini, potongan tangkapan layar twit lawas tersebut masih terus berseliweran di fyp (for you page) TikTok dan menjadi bahan guyonan politik yang menghibur di tengah penatnya obrolan ekonomi.(Red)