Diplomasi Gagal: AS Kembali Bombardir Kota Pusat PLTN Iran

Diplomasi Gagal: AS Kembali Bombardir Kota Pusat PLTN Iran

TANAMPANEN.COM — Harapan publik internasional akan terwujudnya perdamaian di Timur Tengah kembali pupus. Menyusul kebuntuan dalam meja perundingan, militer Amerika Serikat dilaporkan kembali meluncurkan gelombang serangan udara bertubi-tubi yang menyasar wilayah pesisir Iran, termasuk kota strategis yang menjadi pusat pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

Serangan mendadak ini menandai runtuhnya gencatan senjata de facto yang sempat disepakati bulan lalu di Islamabad.

Kota Nuklir Bushehr Jadi Sasaran Udara

Berdasarkan laporan komando militer AS (Centcom), jet tempur dan rudal penjelajah AS menghantam sejumlah titik pertahanan di wilayah Bushehr, kota pelabuhan di Iran selatan yang menampung satu-satunya PLTN sipil milik negara tersebut.

Meski target operasi diklaim berfokus pada pangkalan rudal dan radar militer Iran di sekitar Selat Hormuz, kedekatan lokasi pemboman dengan fasilitas nuklir telah memicu kepanikan massal dan kecaman internasional. Pihak Pentagon menegaskan bahwa serangan ini merupakan respons langsung atas dugaan sabotase kapal dagang komersial oleh Iran beberapa hari lalu.

Baca Juga: Sepakat Damai: Iran Finalisasi Draf MoU Perjanjian Damai dengan AS

Diplomasi Islamabad di Ambang Runtuh

Serangan ini terjadi hanya beberapa minggu setelah kedua negara menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) damai yang memberikan tenggat waktu 60 hari untuk bernegosiasi. Dengan dimulainya kembali pemboman ini, proses diplomasi dinyatakan macet total.

Pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran:
Agresi sepihak dari Amerika Serikat ini telah menghancurkan seluruh fondasi kepercayaan yang sedang kami bangun di Islamabad. Tindakan ini tidak akan dibiarkan tanpa balasan.”

Baca Juga:;MoU Sudah Diteken, Selat Hormuz Dibuka, Prabowo Harus Gerak Cepat Turunkan BBM

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak akan menghentikan operasi militer maupun blokade maritim sebelum Iran sepenuhnya melumpuhkan kekuatan militer mereka di jalur laut internasional.

Situasi Terkini

Hingga berita ini diturunkan, alarm perlindungan udara masih berbunyi di sepanjang kota-kota pesisir Iran. Belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun dampak radiasi dari fasilitas nuklir Bushehr. Komunitas internasional, termasuk PBB, mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri guna mencegah perang terbuka yang jauh lebih besar.(Red)