JAKARTA, TANAMPANEN.COM — Aktivitas vulkanik di sejumlah wilayah Indonesia mencatatkan peningkatan signifikan setelah enam gunung berapi dilaporkan mengalami erupsi secara bersamaan. Keenam gunung tersebut meliputi Gunung Ibu di Maluku Utara, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Lewotobi Laki-laki dan Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur (NTT), Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, serta Gunung Sinabung di Sumatera Utara.
Fenomena erupsi serentak di berbagai daerah ini memicu perhatian publik, terutama terkait kemungkinan adanya dampak lanjutan terhadap potensi bencana gempa bumi di tanah air.
Menanggapi fenomena tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan bahwa erupsi yang terjadi bersamaan ini tidak saling terhubung maupun saling memicu. PVMBG menjelaskan bahwa setiap gunung berapi memiliki sistem magma, jalur suplai, dan kantong vulkanik yang berdiri sendiri secara mandiri.
Dampak Terhadap Potensi Gempa
Secara geologis, peningkatan aktivitas pada enam gunung berapi tersebut dipastikan tidak secara otomatis memicu terjadinya gempa tektonik berskala besar. Erupsi gunung api memang memicu getaran atau gempa vulkanik, namun dampaknya bersifat sangat lokal dan hanya dirasakan di area sekitar lereng hingga kaki gunung akibat aktivitas pergerakan magma yang menembus lapisan batuan.
Baca Juga: Temuan Ilmuwan Sains Soal Gunung Memiliki Akar Sudah Ada di Al-Quran
Akumulasi energi dari erupsi vulkanik dinilai tidak cukup kuat untuk merambat dan mengaktifkan patahan sesar darat maupun zona megathrust. Berdasarkan prinsip seismologi, hubungan yang lebih sering terjadi justru sebaliknya: gempa tektonik berskala sangat besar yang berlokasi dekat dengan wilayah vulkanik dapat mengguncang dan mengusik sistem kantong magma yang sudah dalam kondisi kritis.
Meskipun demikian, potensi gempa bumi di wilayah Indonesia akan tetap ada. Hal tersebut murni disebabkan oleh pergerakan konstan lempeng tektonik utama dunia—seperti Lempeng Indo-Australia, Pasifik, dan Eurasia—serta aktivitas sesar aktif di daratan, bukan merupakan efek domino dari erupsi serentak enam gunung berapi tersebut.
Baca Juga: Wanita Ini Ingatkan Pesulap Merah Soal Usik Dimensi Lain Gunung Kawi, Begini Pandangan Islam!
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak termakan isu hoaks mengenai potensi gempa susulan akibat erupsi, serta selalu memantau pembaruan informasi resmi dari PVMBG dan BMKG.(Red)
