Asing Jual Rp1 Triliun Usai Pidato Prabowo, IHSG Justru Naik Kuat

Asing Jual Rp1 Triliun Usai Pidato Prabowo, IHSG Justru Naik Kuat

JAKARTA, TANAMPANEN.COM — Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih atau net sell sekitar Rp1,03 triliun pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/8/2026), bertepatan dengan penyampaian pidato Presiden Prabowo Subianto mengenai RAPBN 2027.

Namun, aksi jual investor asing tersebut tidak membuat pasar saham Indonesia melemah. Sebaliknya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru melonjak 100,12 poin atau 1,59 persen ke level 6.401,89.

Data tersebut menunjukkan bahwa aksi jual asing dan pergerakan IHSG pada hari itu berjalan berlawanan. Investor asing memang mencatat net sell, tetapi pasar secara keseluruhan justru menguat signifikan.

Berdasarkan data perdagangan, net sell asing di pasar reguler mencapai sekitar Rp396,50 miliar. Sementara di pasar tunai dan negosiasi, nilai jual bersih asing mencapai Rp638,15 miliar.

Sejumlah saham menjadi sasaran aksi jual asing, di antaranya PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Indosat Tbk (ISAT).

Baca Juga: Cek Fakta! Benarkah Investor Ini Sebut Indonesia “Negeri Distributor”

Bukan Berarti Pasar Panik

Jika hanya melihat angka net sell Rp1,03 triliun dan menghubungkannya dengan waktu setelah pidato Prabowo, publik dapat dengan mudah menangkap kesan bahwa investor asing meninggalkan pasar karena pidato tersebut.

Namun, data perdagangan menunjukkan persoalannya tidak sesederhana itu.

Aksi jual asing bahkan sudah terjadi sehari sebelum pidato. Pada perdagangan Kamis (13/8/2026), investor asing mencatat net sell sekitar Rp1,4 triliun ketika IHSG juga terkoreksi 1,13 persen.

Dengan demikian, aksi jual pada 14 Agustus tidak serta-merta dapat disebut sebagai dampak pidato Prabowo. Ada berbagai faktor pasar lain yang turut memengaruhi keputusan investor.

Justru setelah pidato disampaikan, respons IHSG terlihat positif. Sejumlah analis menilai penguatan 14 Agustus antara lain mencerminkan meredanya kekhawatiran pasar serta optimisme terhadap target pertumbuhan ekonomi pemerintah.

Meski demikian, penguatan tersebut belum otomatis berarti pasar telah memasuki tren bullish baru. Analis masih menunggu bukti dari realisasi kebijakan pemerintah, pertumbuhan ekonomi, konsumsi, investasi, kredit, hingga pertumbuhan laba perusahaan.

Baca Juga: IHSG Anjlok 2%, Kebijakan Baru Ekspor SDA Prabowo Bikin Investor Tiarap

Asing Jual, IHSG Tetap Naik

Fenomena tersebut juga menunjukkan bahwa pergerakan IHSG tidak bisa dibaca hanya dari transaksi investor asing.

Ketika asing melakukan net sell, investor domestik dapat menjadi pihak yang menyerap saham-saham yang dilepas. Karena itu, net sell asing tidak otomatis berarti terjadi pelarian modal atau hilangnya kepercayaan terhadap pasar Indonesia.

Fakta paling penting dari perdagangan Jumat adalah dua hal terjadi secara bersamaan: asing menjual bersih sekitar Rp1,03 triliun, sementara IHSG melonjak 1,59 persen.

Karena itu, hubungan antara aksi jual asing dan pidato Prabowo perlu dibaca secara hati-hati. Fakta bahwa transaksi terjadi setelah pidato merupakan hubungan waktu, tetapi belum cukup untuk membuktikan bahwa pidato tersebut menjadi penyebab investor asing melakukan aksi jual.

Dengan melihat keseluruhan data, gambaran pasar pada 14 Agustus 2026 jauh lebih kompleks daripada sekadar kesimpulan bahwa investor asing keluar setelah Presiden Prabowo menyampaikan pidato.(Red)