Prosesi Pemakaman Ali Khamenei Diwarnai Serangan AS ke Iran

Prosesi Pemakaman Ali Khamenei Diwarnai Serangan AS ke Iran

TANAMPANEN.COM – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangan ke sejumlah target di wilayah Iran di tengah berlangsungnya prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Serangan tersebut menandai runtuhnya upaya gencatan senjata yang sebelumnya sempat disepakati kedua pihak.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan dilakukan sebagai respons atas aksi Iran yang dituding menyerang sejumlah kapal komersial di Selat Hormuz. Washington menyebut tindakan Teheran sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati sebelumnya.

Baca Juga: Saling Serang Lagi, Harapan Iran-AS Damai Sirna

Media Iran melaporkan ledakan terjadi di sejumlah wilayah selatan negara itu, sementara laporan lain menyebut sasaran serangan mencakup fasilitas pertahanan udara, sistem rudal, serta aset militer milik Iran. Pemerintah Iran mengecam aksi tersebut dan menyebut Amerika Serikat telah melanggar komitmen damai yang sebelumnya dibangun.

Serangan itu terjadi ketika Iran masih menggelar prosesi pemakaman kenegaraan bagi Ali Khamenei. Peti jenazah Khamenei dilaporkan telah dibawa menuju Kota Najaf, Irak, sebagai bagian dari rangkaian penghormatan terakhir yang dihadiri ribuan pelayat.

Baca Juga: Usai AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Mentah Dunia Kembali Naik

Tak lama setelah serangan AS, Iran melancarkan serangan balasan ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk menggunakan rudal dan drone. Eskalasi tersebut memicu kekhawatiran dunia terhadap meluasnya konflik dan mengancam stabilitas jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur distribusi minyak terpenting di dunia.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata dengan Iran telah berakhir. Meski demikian, Washington masih membuka peluang untuk melanjutkan perundingan apabila Iran menghentikan aksi yang dianggap mengancam keamanan pelayaran internasional.

Kembalinya aksi saling serang antara kedua negara menimbulkan kekhawatiran baru terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah. Para pengamat menilai eskalasi konflik berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dunia serta mengganggu rantai pasok energi global apabila situasi terus memburuk. (Red)