Hoax! Pengemudi Audi di China Dilarang Isi BBM di Seluruh SPBU, Ini Fakta Sebenarnya!

Hoax! Pengemudi Audi di China Dilarang Isi BBM di Seluruh SPBU, Ini Fakta Sebenarnya!

TANAMPANEN.COM – Sebuah video rekaman CCTV dari salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di China mendadak viral dan menjadi perbincangan hangat netizen di Indonesia.

Dalam video tersebut, terlihat seorang petugas wanita sedang melayani pengisian bensin untuk mobil Audi berwarna hitam. Namun, setelah selesai, pengendara mobil justru melempar uang pembayaran ke tanah melalui jendela. Petugas wanita itu pun terpaksa memungutnya sambil menyeka air mata karena merasa terhina.

Di media sosial Indonesia, narasi yang beredar menyebutkan bahwa pengemudi Audi tersebut kini mendapatkan sanksi resmi dan diboikot, sehingga tidak diperbolehkan lagi mengisi bahan bakar di seluruh SPBU di China.

Namun, benarkah klaim sanksi tersebut? Berdasarkan penelusuran fakta dari media-media lokal di China, narasi boikot tersebut adalah Hoax. Berikut adalah fakta sebenarnya.

Lokasi dan Kronologi Kejadian

Peristiwa tersebut sebenarnya terjadi cukup lama, yakni pada akhir Januari 2023, bertempat di sebuah SPBU di Kota Zhoukou, Provinsi Henan, China.

Setelah video rekaman CCTV itu viral dan memicu gelombang kecaman dari netizen di platform media sosial lokal China seperti Weibo dan Douyin, media-media nasional China langsung melakukan investigasi untuk mengungkap kejadian yang sebenarnya.

Baca Juga: Marvin Uganda Viral Setelah Unggah Video Joget dan Lagu Berisi Nama-Nama Pemain Timnas Indonesia

Klarifikasi Pemilik Mobil: “Bukan Sengaja Menghina”

Berdasarkan laporan dari media terkemuka China, The Paper (澎湃新闻 – Péngpài Xīnwén), pengemudi mobil Audi tersebut diketahui bernama Xiong.

Kepada media, Xiong mengklarifikasi bahwa insiden pelemparan uang itu bukanlah tindakan sengaja untuk menghina petugas SPBU. Ia menjelaskan bahwa saat itu terjadi kesalahpahaman internal di dalam mobil. Beberapa kerabat yang semobil dengannya berebut untuk membayar tagihan bensin sebesar 460 Yuan. Karena terburu-buru dan saling berebut, uang tunai tersebut akhirnya terlempar ke luar jendela tanpa sengaja.

Baca Juga: Viral! Jenazah Warga Demak Hidup Lagi Saat Hendak Dimandikan

Berakhir Damai dan Sanksi Boikot adalah Hoax

Media lokal lainnya, Xiaoxiang Morning Herald (潇湘晨报 – Xiāoxiāng Chénbào),  melaporkan perkembangan kasus ini hingga selesai. Sadar bahwa tindakannya telah memicu kemarahan publik, pihak pemilik mobil langsung menunjukkan iktikad baik.

Pada tanggal 31 Januari 2023, perwakilan dari pemilik mobil Audi datang kembali ke SPBU di Zhoukou untuk meminta maaf secara langsung kepada petugas wanita yang bersangkutan. Petugas SPBU tersebut menerima permintaan maaf itu dengan lapang dada, dan pihak manajemen menyatakan masalah telah diselesaikan secara kekeluargaan.

Terkait narasi bahwa mobil Audi tersebut mendapat sanksi resmi dilarang mengisi BBM di seluruh SPBU, laporan resmi menegaskan bahwa tidak ada sanksi hukum atau boikot massal dari otoritas maupun asosiasi SPBU mana pun di China.

Isu boikot tersebut murni merupakan bentuk kekesalan dan “sanksi sosial” berupa hujatan dari netizen, yang kemudian mengalami distorsi informasi ketika diterjemahkan dan disebarkan di media sosial Indonesia.

Kesimpulan

Video kemarahan netizen terhadap pengemudi yang membuang uang memang benar terjadi di Provinsi Henan, China. Namun, klaim bahwa mobil tersebut dilarang mengisi BBM di seluruh SPBU adalah informasi yang salah (hoax).

Kasus ini sendiri telah selesai secara damai dengan permohonan maaf langsung dari pemilik mobil kepada korban. (Red)