JAKARTA — Keputusan Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) menempatkan sosok jurnalis senior, Naniek Sudaryati Deyang, ke tampuk pimpinan tertinggi lembaga tersebut.
Pengangkatan Naniek sebagai Kepala BGN yang baru bukan sekadar penyegaran birokrasi, melainkan sebuah penegasan tentang arti dari sebuah loyalitas, konsistensi, dan perjuangan panjang di kancah politik nasional.
Teruji di Masa-Masa Sulit
Bagi orang-orang yang pernah berada di barisan perjuangan yang sama, nama Naniek S. Deyang adalah simbol keteguhan. Perjalanan politiknya bersama Prabowo Subianto telah teruji melewati badai yang tidak mudah, khususnya selama dua periode Pemilihan Presiden (Pilpres) berturut-turut saat harus berhadapan dengan petahana.
Di masa-masa sulit itu, ketika garis oposisi terasa sunyi dan penuh tekanan, Naniek mengambil peran aktif di garda depan ruang publik. Melalui akun Facebook pribadinya, ia secara konsisten menelurkan tulisan-tulisan tajam, penuh narasi perjuangan, dan secara terbuka membangun opini untuk mendukung visi-misi Prabowo Subianto. Tulisan-tulisannya di media sosial menjadi salah satu energi penggerak bagi para loyalis di akar rumput yang merindukan perubahan.
Baca Juga: Danantara: Jalur Super Cepat atau Celah Korupsi Baru di Era Prabowo?
Kesetiaan yang bertahan selama satu dekade di luar lingkaran kekuasaan inilah yang membuktikan bahwa dedikasinya telah melampaui sekadar pragmatisme politik. Ia adalah potret loyalis yang tidak beranjak, bahkan ketika perjuangan terasa paling berat.
Rekam Jejak dan Kiprah Profesional
Di luar kesetiaannya yang tak tergoyahkan, Naniek S. Deyang membawa modal manajerial dan rekam jejak profesional yang kuat ke Badan Gizi Nasional:
* Berangkat dari Jurnalisme: Memulai karier sebagai jurnalis senior (termasuk di jaringan Kompas Gramedia), Naniek mengasah kepekaan sosial dan kemampuan komunikasinya dari bawah hingga dipercaya menduduki berbagai posisi manajemen puncak sebagai pemimpin umum dan direktur utama di sejumlah media nasional.
* Pengalaman di Pemerintahan & BUMN: Sebelum dipercaya memimpin BGN, kiprahnya di sektor publik sudah terbangun lewat perannya sebagai Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) serta pengalamannya sebagai Komisaris Independen di PT Pertamina (Persero).
* Akselerasi di Badan Gizi: Pengalamannya sebagai Wakil Kepala BGN sebelumnya membuat Naniek tidak perlu lagi beradaptasi dengan ritme kerja lembaga ini. Ia sudah memahami peta tantangan di lapangan sejak hari pertama.
Baca Juga: Hadiri Hari Buruh, Prabowo Tegaskan Komitmen Pemerintah Tingkatkan Kesejahteraan Buruh
Menjaga Kepercayaan di Kursi Kebijakan
Kini, dari ruang-ruang diskusi di media sosial, perjuangan Naniek telah bermuara ke kursi pengambil kebijakan di Istana. Penunjukannya oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan kombinasi strategis antara faktor trust (kepercayaan) dan kompetensi.
Bagi seorang kepala negara, menempatkan figur yang telah teruji kesetiaannya secara ideologis pada program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah kunci utama agar visi pemerintah dieksekusi tanpa keraguan.
Tantangan besar kini menanti di hadapan Naniek S. Deyang. Di bawah kepemimpinannya, Badan Gizi Nasional diharapkan mampu melakukan akselerasi cepat, membenahi tata kelola dapur produksi, dan memastikan pemenuhan gizi generasi masa depan Indonesia berjalan tepat sasaran. Sebuah amanah besar yang menjadi buah manis dari sebuah loyalitas yang tak pernah luntur.(Ren)
