TAIPEI — Jagat media sosial dihebohkan oleh sebuah kasus medis langka yang menimpa seorang wanita asal Taiwan. Wanita berusia 23 tahun tersebut menjadi perbincangan hangat netizen setelah membagikan foto hasil rontgen (X-ray) tubuhnya yang mencengangkan akibat mengalami konstipasi atau sembelit ekstrem sejak masa kanak-kanak.
Kisah yang awalnya diunggah melalui platform komunitas Dcard ini mengungkap penderitaan menahun sang pasien. Sejak kecil, ia harus menghabiskan waktu satu hingga dua jam di dalam toilet setiap kali mencoba buang air besar (BAB).
Segala upaya alami telah ia lakukan, mulai dari memperbanyak konsumsi air putih hingga memakan sayur dan buah dalam jumlah besar. Dalam salah satu unggahannya, ia mengaku pernah menghabiskan tujuh buah pepaya ukuran besar dan dua buah naga dalam waktu satu minggu, namun tetap tidak membuahkan hasil.
“Saya bahkan pernah menghabiskan tujuh buah pepaya berukuran besar dan dua buah naga besar dalam waktu satu minggu. Hasilnya? Tetap tidak bisa buang air besar,” ungkap wanita tersebut dalam unggahannya.
Baca Juga: Manfaat Teh Daun Kumis Kucing Bagi Kesehatan
Karena kondisi perut yang kian membesar dan sesak, ia akhirnya memutuskan melakukan pemeriksaan menyeluruh di rumah sakit. Hasil rontgen tim medis menunjukkan kondisi yang sangat ekstrem. Akibat akumulasi feses selama puluhan tahun, usus besar (*colon*) wanita tersebut mengalami pemanjangan dan pelebaran drastis—sebuah kondisi yang dalam dunia medis dikenal sebagai *Megakolon* dan *Dolichocolon*.
Tidak main-main, usus besar yang melar tersebut melesat ke atas melewati batas normal rongga perut, hingga hampir menyentuh rongga dada di dekat jantung. Hal inilah yang memicu rasa sesak napas dan begah luar biasa yang sering ia rasakan.
Baca Juga: Waspadai! Demi Mengejar Viral, Banyak Info Kesehatan Hanya Karangan
Kasus kronis seperti ini tidak lagi bisa diatasi hanya dengan serat makanan karena otot pencernaannya sudah kehilangan kemampuan untuk berkontraksi.
Melalui pembaruan informasi yang dibagikan, wanita tersebut dikabarkan telah menjalani prosedur operasi *kolektomi parsial* atau pemotongan sebagian usus besar. Tim dokter berhasil mengangkat sekitar 100 sentimeter (1 meter) usus besarnya yang sudah tidak berfungsi.
Pascaoperasi besar tersebut, ia dilaporkan telah pulih dengan baik. Setelah 23 tahun hidup dalam penderitaan, sistem pencernaan wanita ini akhirnya berfungsi normal kembali dan ia dapat menjalani aktivitas sehari-hari tanpa gangguan konstipasi ekstrem.(Ren)
