Wajah Dicatut AI untuk Jualan, Prof. Zubairi Djoerban Tegaskan Itu Hoaks

Wajah Dicatut AI untuk Jualan, Prof. Zubairi Djoerban Tegaskan Itu Hoaks

JAKARTA, TanamPanen.com – Pakar kesehatan Prof. Dr. Zubairi Djoerban, SpPD-KHOM, menyayangkan beredarnya video promosi jualan yang mencatut sosok dirinya. Video yang beredar luas di media sosial tersebut dipastikan merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Melalui akun media sosial resminya, Prof. Zubairi mengklarifikasi bahwa video tersebut sengaja dibuat oleh pihak tak bertanggung jawab untuk mengelabui masyarakat demi keuntungan komersial.

“Saya menyayangkan beredarnya video jualan yang menggunakan rekayasa AI untuk meniru sosok saya. Tindakan ini jelas menyesatkan publik,” tulis Prof. Zubairi dalam unggahannya, Selasa (16/6/2026).

Baca Juga: Tanpa Kamera, AI Bisa Pantau Aktivitas Anda Lewat Ruter Wi-Fi Rumah

Beliau juga mengimbau keras agar masyarakat dan warganet lebih jeli dan tidak mudah memercayai konten jualan yang memakai wajahnya.

“Saya tegaskan agar warganet jangan tertipu, karena di dalam video itu bukanlah saya,” tambahnya.

Kasus ini menambah panjang daftar penyalahgunaan teknologi deepfake AI di Indonesia yang menyasar tokoh-tokoh kredibel, khususnya di bidang kesehatan, untuk melariskan produk tanpa izin resmi.
Cara Membedakan Video Asli dan Rekayasa AI (Deepfake).

Baca Juga: Teknologi Masa Depan: Akan Ada Ponsel Rilis Tanpa Layar Fisik?

Untuk mengantisipasi penipuan serupa, masyarakat dituntut lebih jeli dan tidak langsung percaya pada video testimoni tokoh publik. Berikut adalah beberapa cara mudah untuk mendeteksi apakah sebuah video merupakan hasil rekayasa AI:

Perhatikan Gerakan Bibir (Lip-Sync): Pada video editan AI, gerakan bibir sering kali tidak sinkron dengan suara yang terdengar, atau terlihat kaku dan tidak natural saat mengucapkan huruf-huruf tertentu.

Amati Kedipan Mata dan Ekspresi Wajah: AI sering kali kesulitan meniru gerakan alami manusia. Perhatikan apakah tokoh dalam video jarang berkedip, atau ekspresi emosi wajahnya terasa datar dan janggal.

Cek Kualitas Audio dan Intonasi: Suara hasil rekayasa AI biasanya memiliki intonasi yang monoton, terdengar robotik, atau ada noise (gangguan suara) yang tidak wajar di latar belakang.

Lihat Detail Sekitar Wajah: Perhatikan area batas rambut, daun telinga, kacamata, atau bayangan di wajah. Video deepfake sering kali memperlihatkan efek buram (blur) atau distorsi visual di area-area detail tersebut saat tokohnya bergerak.

Selalu Verifikasi ke Akun Resmi: Jika melihat seorang tokoh mempromosikan produk, selalu cek akun media sosial resmi mereka yang sudah terverifikasi (seperti akun asli Prof. Zubairi Djoerban pada image.png) atau situs web resmi instansi terkait untuk memastikan kebenarannya.