BREBES, TANAMPANEN.COM – Narasi miring yang sempat beredar di media sosial terkait imbalan Rp100 ribu bagi juru parkir (jukir) penyelamat uang Rp3,6 miliar di Brebes akhirnya melurus. Sang pemilik uang, H. Kliwon, membuktikan komitmennya dengan mengabulkan impian terbesar sang jukir Kusmiyanti (65), yaitu berangkat beribadah umroh.
“Saya ingin mengajak ibu ke Baitullah. Kita berangkat umroh, Bu,” kata H. Kliwon disambut haru orang-orang yang mengikuti pertemuan itu.
Sebelumnya, sempat viral di lapangan bahwa aksi heroik jukir yang berhasil menggagalkan perampokan tersebut hanya diganjar uang seratus ribu rupiah. Tak pelak, hal itu memicu pro-kontra di kalangan netizen yang menilai imbalan tersebut tidak sebanding dengan risiko dan nominal uang yang diselamatkan.
Baca Juga: Juru Parkir di Brebes Gagalkan Pencurian Rp 3,6 Miliar Dikasih Imbalan Rp100 Ribu
Spontanitas di Tengah Kepanikan
Menanggapi hal tersebut, pihak pemilik uang mengklarifikasi bahwa pemberian awal sebesar Rp100 ribu itu murni karena faktor psikologis di lokasi kejadian.
Pasca-percobaan perampokan, kondisi di lapangan sangat tegang dan pemilik uang berada dalam tingkat kepanikan yang luar biasa setelah nyaris kehilangan aset miliaran rupiah.
Dalam situasi syok tersebut, tindakan yang keluar merupakan refleks spontan tanpa sempat berpikir panjang atau menghitung nilai imbalan yang ideal.
Baca Juga: Penjual Cuanki di Legok Jadi Korban Hipnotis, Uang Dagangan Ludes
Bertemu Kembali dan Mengabulkan Impian
Rupanya, apresiasi tidak berhenti di situ. Setelah situasi mereda dan kondisi psikologisnya kembali tenang, H. Kliwon langsung berinisiatif mencari dan menemui kembali sang jukir heroik secara personal.
Bukan lagi memberikan uang tunai secara acak, H. Kliwon memilih menanyakan langsung apa yang paling diinginkan oleh sang jukir sebagai bentuk rasa terima kasihnya.
Saat sang jukir menyampaikan isi hatinya yang ingin sekali pergi ke Tanah Suci, H. Kliwon tanpa ragu langsung mengabulkan permintaan mulia tersebut.
Klarifikasi dan kelanjutan kisah ini pun langsung mengubah sentimen publik. Akhir cerita ini menjadi bukti nyata bahwa niat tulus dari aksi heroik sang jukir pada akhirnya berbuah manis dengan hadiah yang jauh lebih berkah dan bernilai ibadah.
