TANAMPANEN.COM — Unta dikenal sebagai salah satu hewan paling tangguh di bumi. Selain mampu bertahan hidup di lingkungan gurun yang ekstrem, mamalia ini memiliki kemampuan unik yang sering membuat takjub: melahap tanaman berduri tajam, termasuk kaktus, tanpa rasa sakit sedikit pun.
Fenomena ini kerap menarik perhatian publik lewat berbagai unggahan media sosial yang memperlihatkan unta mengunyah duri-duri tajam dengan sangat renyah dan nikmat. Lantas, apa rahasia medis di balik kemampuan luar biasa ini?
Baca Juga: Kuda Pegasus dan Singa Venezia, Mitos Hewan Bersayap Mitologi Kuno!
Adaptasi Anatomi Mulut yang Menakjubkan
Para ahli biologi menjelaskan bahwa kemampuan unta memakan tanaman berduri bukanlah kebetulan, melainkan hasil adaptasi anatomi yang sempurna:
• Papila Keratin yang Keras: Mulut dan lidah unta dilapisi ratusan tonjolan berdaging yang disebut papila. Tonjolan ini terbuat dari keratin—materi keras yang sama seperti pembentuk kuku dan rambut manusia—sehingga kebal terhadap tusukan duri.
• Mekanisme Pengarah Duri: Papila tidak hanya melindungi dinding mulut, tetapi juga berfungsi mengarahkan posisi duri secara vertikal agar meluncur aman menuju saluran pencernaan tanpa menusuk jaringan lunak.
Baca Juga: Terinspirasi Spiderman, Bocah Ini Sengaja Digigit Laba-Laba Berbisa Hingga Nyaris Tewas
• Bibir Tebal dan Elastis: Bibir unta dirancang sangat tebal dan fleksibel untuk memilah serta memegang ranting berduri tanpa terluka.
• Gaya Mengunyah Memutar: Unta mengunyah makanan dengan gerakan memutar melingkar. Cara ini efektif mematahkan serta meremukkan struktur duri tajam sebelum akhirnya ditelan.
Dengan perpaduan pelindung keratin, bibir tebal, dan teknik mengunyah yang khas, tanaman berduri tajam pun berubah menjadi sumber nutrisi dan air yang sangat berharga bagi unta di tengah gersangnya padang pasir.(Red)
