Prabowo: Ada Tamu Katanya Mau Dagang, Malah Merampok Kekayaan Negara

Prabowo: Ada Tamu Katanya Mau Dagang, Malah Merampok Kekayaan Negara

JAKARTA, TANAMPANEN.COM — Presiden RI, Prabowo Subianto, kembali memberikan teguran keras terkait pengelolaan kekayaan alam Indonesia. Dalam pernyataan terbarunya, ia mengibaratkan sejumlah pihak asing yang mengeksploitasi sumber daya kekayaan negara seperti tamu yang datang dengan kedok ingin berdagang, namun ujung-ujungnya justru merampok.

“Ada tamu tidak diundang. Katanya mau datang untuk berdagang, tapi malah merampok kekayaan negara kita,” ujar Prabowo.

Baca Juga: Prabowo Resmikan Biosolar B50, RI Jadi Negara Pertama, Perkuat Kedaulatan Ekonomi

Kritik Terhadap Praktik Ekonomi Eksploitatif

Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti bagaimana sejarah panjang Indonesia sering kali terjebak dalam pola hubungan ekonomi yang merugikan rakyat. Ia menegaskan bahwa kerja sama internasional dan investasi asing sangat diterima, asalkan membawa keuntungan yang adil bagi kedua belah pihak.

Namun, ia menyayangkan masih adanya praktik di mana pihak luar menyedot bahan mentah dan kekayaan alam Indonesia tanpa memberikan nilai tambah atau kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat lokal.

“Kita tidak boleh lagi membiarkan kekayaan kita diambil dengan murah lalu kita membeli kembali produk jadinya dengan harga mahal. Kedaulatan ekonomi harus ditegakkan,” tegasnya.

Baca Juga: Prabowo Panggil Menhan, Jaksa Agung hingga Kapolri, Instruksi Satu Komando?

Komitmen Tegas pada Hilirisasi

Pernyataan keras ini sekaligus mempertegas komitmen pemerintah untuk melanjutkan dan memperkuat kebijakan **hilirisasi industri**.

Melalui hilirisasi, Indonesia melarang ekspor komoditas mentah—seperti nikel, tembaga, dan bauksit—dan mewajibkan pengolahan di dalam negeri. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa “tamu” yang ingin memanfaatkan sumber daya Indonesia harus berinvestasi membangun pabrik dan menciptakan lapangan kerja di dalam negeri, bukan sekadar mengeruk keuntungan secara sepihak.(Red)