Pengakuan Ayah Taufik Hidayat: Kerap Manjakan Anak Meski di Posisi Salah

Pengakuan Ayah Taufik Hidayat: Kerap Manjakan Anak Meski di Posisi Salah

BANDUNG, TANAMPANEN.COM — Kasus kriminalitas yang menjerat Taufik Hidayat (TH), tersangka tindakan penyekapan dan penganiayaan berat terhadap kekasihnya di Bandung, terus menyita perhatian publik. Di balik aksi keji sang anak, sebuah pengakuan memilukan datang dari sang ayah, Pak Tata, yang mengungkap pola asuh masa lalu yang kini disesalinya.

Pengakuan tersebut terungkap saat Pak Tata hadir dalam sebuah dialog yang diunggah di kanal YouTube milik Dedi Mulyadi. Dalam kesempatan tersebut, terkuak bahwa pola mendidik yang terlalu memanjakan disinyalir menjadi salah satu pemicu utama terbentuknya karakter brutal sang anak.

Anak Kesayangan yang Selalu Dibela

Pak Tata tidak menampik bahwa Taufik merupakan anak laki-laki yang paling disayang di antara saudara-saudaranya yang lain. Faktor fisik dan paras Taufik sejak kecil membuatnya mendapatkan perhatian serta kasih sayang yang lebih dari orang tua.

Namun, kasih sayang tersebut rupanya berwujud pada perlindungan yang keliru. Berdasarkan penuturan Kepala Desa Ciaro, Kusnaedi, yang ikut mendampingi pihak keluarga, Taufik dikenal memiliki perangai buruk sejak kecil dan minim teman.

Ironisnya, setiap kali Taufik terlibat masalah atau pertengkaran dengan tetangga dan teman sebayanya, orang tua cenderung selalu pasang badan dan membela sang anak tanpa melihat siapa yang bersalah.

Pola asuh yang selalu membenarkan tindakan anak ini diakui secara tidak langsung telah mengikis rasa tanggung jawab dan moralitas Taufik sejak dini.

Baca Juga: KDM Buka Sayembara Berhadiah Rp 250 Juta Bagi Warga yang Menemukan DPO Taufik Hidayat

Balasan Air Tuba: Pernah Memukul Ayah Kandung

Sifat manja yang dipelihara sejak kecil itu lambat laun berubah menjadi bom waktu. Alih-alih berbakti atas kasih sayang yang melimpah, Taufik justru tumbuh menjadi sosok yang membangkang dan ringan tangan, bahkan kepada darah dagingnya sendiri.

Dalam tayangan tersebut, terungkap fakta miris bahwa Taufik pernah melakukan tindakan kekerasan fisik secara langsung kepada Pak Tata. Ia tega memukul ayah kandungnya sendiri yang sudah lansia menggunakan sebatang kayu. Meski diperlakukan kasar, Pak Tata saat itu memilih tetap bersabar dan memaafkannya.

Baca Juga: Akhirnya Taufik Hidayat Tertangkap, KDM Apresiasi Kinerja Polda Jabar

Terjerumus Pergaulan Bebas Pasca-SMA

Kondisi karakter Taufik yang rapuh tanpa kedisiplinan ini kian diperparah setelah ia menyelesaikan pendidikan di bangku SMA. Tanpa adanya kontrol ketat dari rumah, Taufik mulai masuk ke dalam lingkaran pergaulan bebas dan lingkungan yang salah.

Kombinasi antara ego yang tinggi akibat selalu dimanjakan dan pengaruh buruk lingkungan luar inilah yang dinilai membentuk Taufik menjadi pribadi yang sadis, hingga akhirnya nekat melakukan aksi penyekapan keji yang kini menempatkannya di balik jeruji besi.

Kisah penyesalan Pak Tata kini viral dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Kasus ini menjadi alarm keras dan pelajaran moral bagi para orang tua mengenai bahayanya memanjakan anak secara berlebihan dan membela kesalahan mereka atas nama kasih sayang.(Red)