JAKARTA, TANAMPANEN.COM — PT Honda Prospect Motor (HPM) secara resmi memperkenalkan lini kendaraan listrik berbasis baterai terbaru mereka, Honda Super-ONE, ke hadapan publik Indonesia pada Senin (13/7). Kehadiran mobil listrik berukuran mungil ini langsung mencuri perhatian berkat proporsinya yang kalcer serta sederet fitur performa yang dirancang untuk memberikan sensasi berkendara unik dan menyenangkan.
Dikembangkan dari basis kendaraan urban perkotaan modular, Honda Super-ONE mengusung konsep desain kompak namun memiliki postur tegak yang sporty. Banyak pengamat otomotif menilai dimensinya sangat ideal untuk jalanan kota besar di Indonesia yang padat, bahkan kerap dijuluki sebagai suksesor spiritual berteknologi listrik dari model populer Honda Brio.
Baca Juga: Stargazer X Vs Honda BR-V: Performa Mesin dan Kenyamanan, Stargazer Menang Telak
Sensasi Sporty Melalui Fitur BOOST Mode
Meskipun berstatus sebagai mobil listrik perkotaan yang mengutamakan efisiensi, Honda tidak menghilangkan DNA performa yang menjadi ciri khasnya. Karakter dinamis pada aspek mekanis Super-ONE diturunkan langsung ke sistem kendali motor listriknya, menghasilkan respon instan yang linier dan presisi.
Daya tarik utama dari aspek teknis mobil ini terletak pada ketersediaan fitur BOOST Mode. Ketika fitur ini diaktifkan melalui tombol di kemudi, output daya motor listrik akan dioptimalkan secara instan dari standar awal sebesar 47 kW (64 PS) menjadi daya puncak maksimal 70 kW atau setara dengan 95 PS.
Peningkatan performa instan ini juga diiringi dengan visualisasi kokpit yang berubah agresif serta simulasi audio Active Sound Control untuk menghadirkan raungan dramatis di dalam kabin layaknya mobil sport.
Spesifikasi Utama & Jarak Tempuh
Sebagai kendaraan komuter harian, Honda membekali Super-ONE dengan konfigurasi daya dan efisiensi yang seimbang, meliputi:
• Kapasitas Baterai: Menggunakan paket baterai Lithium-ion berkapasitas 29,6 kWh yang diletakkan secara flat di bawah lantai kendaraan untuk mengejar center of gravity yang rendah.
• Jarak Jelajah: Berdasarkan pengujian internal, baterai tersebut mampu membawa kendaraan menempuh jarak antara 274 kilometer hingga 295 kilometer dalam satu kali pengisian daya penuh.
• Simulasi Transmisi Manual: Dilengkapi dengan fitur Simulated 7-Speed Shift yang dioperasikan via paddle shift di balik setir untuk menyimulasikan sensasi perpindahan gigi.
Baca Juga: Bos Honda Akui Tak Mampu Lawan Teknologi China
Kemudahan Pengisian Daya: Mendukung pengisian daya cepat arus searah (DC Fast Charging) dengan daya maksimal hingga 50 kW, memungkinkan pengisian daya dari kondisi 20% ke 80% selesai dalam waktu 30 menit.
Meskipun wujud fisik dan spesifikasi teknis utamanya telah diungkap secara detail ke publik Jakarta hari ini, PT Honda Prospect Motor masih menutup rapat keran informasi terkait harga jual resminya. Informasi mengenai harga serta skema pemesanan unit kabarnya baru akan diumumkan secara transparan pada ajang pameran otomotif GIIAS 2026 mendatang.
Melalui peluncuran perdana ini, Honda menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar menjual kendaraan ramah lingkungan yang bebas emisi, melainkan tetap mempertahankan aspek kesenangan berkendara (fun to drive) yang menjadi identitas utama merek global mereka di era elektrifikasi.(Red)
