JAKARTA, TANAMPANEN.COM — Honda Motor dikabarkan resmi menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan asal India, Tata Technologies, untuk mengembangkan platform kendaraan baru. Kemitraan ini mencakup pengembangan lini mobil bensin (ICE), hibrida (hybrid), hingga kendaraan listrik (EV).
Langkah ini diambil raksasa otomotif asal Jepang tersebut guna memangkas biaya riset dan pengembangan (R&D), sekaligus mempercepat proses produksi agar tetap mampu bersaing di tengah gempuran mobil-mobil asal China yang agresif mematok harga murah.
Baca Juga: Honda Kenalkan Super-One, EV dengan Sensasi Berkendara Unik
Namun, kabar ini memicu gelombang reaksi skeptis di media sosial. Sejumlah netizen Indonesia menyematkan istilah “Honda Prindavan” sebagai sindiran terhadap keterlibatan industri India dalam pengembangan produk pabrikan Jepang tersebut. Banyak pihak meragukan standar kualitas dan daya tahan produk yang dihasilkan dari efisiensi biaya ini.
Baca Juga: Bos Honda Akui Tak Mampu Lawan Teknologi China
Di sisi lain, pengamat industri menilai kerja sama ini murni fokus pada rekayasa perangkat lunak dan optimasi platform (software-defined vehicles), sementara kontrol kualitas (quality control) akhir tetap berada di bawah pengawasan ketat standar Honda. Kemitraan ini juga diproyeksikan menjadikan India sebagai basis produksi ekspor ke negara-negara berkembang.(Red)
