Akibat Panen Massal, Harga Pokcay Anjlok

Akibat Panen Massal, Harga Pokcay Anjlok

BREBES, TANAMPANEN.COM – Memasuki musim panen raya, para petani dan distributor sayuran di tingkat hulu harus menghadapi tantangan berat akibat merosotnya harga komoditas pakcoy (pokcay). 

Melimpahnya pasokan yang tidak sebanding dengan serapan pasar memicu terjadinya over-supply, yang berujung pada penurunan harga secara drastis hingga mencapai 50 persen dari tingkat harga normal.

Di tingkat hulu, harga pakcoy yang biasanya stabil di angka Rp 6.000 per kilogram, saat ini anjlok hingga menyentuh Rp 3.000 per kilogram.

Penurunan tajam ini disinyalir terjadi karena banyaknya petani yang melakukan penanaman secara serentak, didukung oleh kondisi cuaca yang memicu produktivitas tinggi di wilayah sentra sayuran.

Baca Juga: Pasokan Tercekik Cuaca, Harga Wortel di Pasar Mulai Melejit

Kondisi ini memberikan efek domino bagi para pelaku rantai pasok dan distributor. Di satu sisi, distributor mencoba menjaga margin dengan menjual di kisaran Rp 5.000 per kilogram agar harga eceran di tingkat konsumen tetap logis di angka Rp 8.000 per kilogram. Namun di sisi lain, risiko kerugian membayur akibat sifat sayuran segar yang cepat rusak (perishable).

Kadar air yang tinggi pada batang dan daun pakcoy membuat komoditas ini rentan membusuk dalam waktu singkat, terutama jika terjadi keterlambatan distribusi atau hambatan dalam sarana penyimpanan.

Akibatnya, penumpukan barang sisa kemarin (restan) yang tidak segera terserap pasar sering kali mengalami penurunan kualitas secara drastis hingga tidak lagi memiliki nilai jual.

Baca Juga: Kol Naik, Penjual Eceran Makin Kesulitan?

Menyikapi situasi ini, para pelaku usaha di tingkat hulu dan distributor dituntut untuk mempercepat perputaran barang (fast clearance) atau memperluas jangkauan pasar ke luar daerah guna meminimalisir potensi kerugian total yang lebih besar selama masa panen massal berlangsung.(Red)