JAKARTA, TANAMPANEN.COM – Gelombang aksi unjuk rasa mahasiswa kembali memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Gabungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai universitas—termasuk Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Paramadina, Universitas Trilogi, Institut STIAMI, dan Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI)—turun ke jalan menyuarakan “Mosi Tidak Percaya” terhadap jalannya pemerintahan.
Dalam aksi tersebut, massa membentangkan spanduk besar bertuliskan “Tumbangkan Rezim Kapitalis Prabowo-Gibran” sebagai simbol protes keras terhadap arah kebijakan nasional saat ini.
Baca Juga: Demo Lagi, Sejumlah Aliansi Mahasiswa Unjuk Rasa di DPR dan Monas
Soroti Kebijakan Ekonomi dan Pendidikan
Para mahasiswa menilai arah kebijakan pemerintah saat ini cenderung kapitalistik dan lebih berpihak pada kepentingan segelintir elite politik serta konglomerat, ketimbang kesejahteraan rakyat luas. Sektor pendidikan dan program prioritas pemerintah pun tidak luput dari kritik tajam.
Dalam orasinya, perwakilan mahasiswa mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi total terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN). Mereka juga secara spesifik mengkritik alokasi anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut massa aksi, pemerintah seharusnya memprioritaskan anggaran untuk memperbaiki fasilitas dan akses pendidikan di Indonesia yang dinilai masih memprihatinkan.
Baca Juga: Dukung Demontrasi BEM UI, Megawati: Kalian Jangan Takut!
Tuntut Kedaulatan Rakyat Sipil
Selain isu ekonomi dan pendidikan, massa aksi menuntut dikembalikannya kedaulatan penuh ke tangan masyarakat sipil. Mereka menilai sistem tata negara yang berjalan saat ini semakin menjauh dari amanat rakyat.
Aksi yang berlangsung di sekitar kawasan Medan Merdeka ini berjalan di bawah pengawalan ketat aparat keamanan. Akibat adanya konsentrasi massa mahasiswa, arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan menuju arah Monas dan Istana Merdeka sempat dialihkan guna mengantisipasi kepadatan.(Red)
