SUKOHARJO, TANAMPANEN.COM – Aksi gotong royong dilakukan warga Desa Krajan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, dengan memperbaiki jalan rusak secara swadaya. Warga patungan membeli material untuk menambal jalan yang selama ini dipenuhi lubang dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Aksi tersebut viral di media sosial setelah beredar video yang memperlihatkan puluhan warga bergotong royong menghamparkan material aspal di ruas jalan yang rusak. Dalam video itu juga disertakan narasi yang menyebut warga tetap rajin membayar pajak, namun harus memperbaiki jalan di desanya dengan biaya sendiri.
Jalan yang diperbaiki merupakan ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Krajan, Kecamatan Gatak, Sukoharjo, dengan Desa Tloyo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten. Kondisinya telah lama mengalami kerusakan sehingga kerap dikeluhkan masyarakat.
Baca Juga: Fenomena Lobak: Naik Kelas dari Pasar Tradisional Menuju Supermarket
Menurut keterangan warga, kerusakan jalan tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga sering menyebabkan pengendara sepeda motor terjatuh, terutama saat malam hari atau ketika hujan karena lubang tertutup genangan air.
Atas dasar itu, warga berinisiatif mengumpulkan dana secara sukarela untuk membeli material tambal jalan. Puluhan warga kemudian bergotong royong memperbaiki titik-titik jalan yang berlubang agar lebih aman dilalui.
Ruas jalan yang ditambal memiliki panjang sekitar 925 meter. Meski perbaikan dilakukan secara sederhana, warga berharap langkah tersebut dapat mengurangi risiko kecelakaan sembari menunggu perbaikan permanen dari pemerintah daerah.
Baca Juga: Mall Sepi Pengunjung dan Pasar Sepi Pembeli, Alarm Keras Bagi Pemerintah!
Aksi swadaya tersebut menuai banyak apresiasi dari masyarakat di media sosial. Namun, tidak sedikit pula warganet yang menyayangkan masih adanya jalan kabupaten yang rusak sehingga masyarakat harus mengeluarkan biaya sendiri untuk melakukan perbaikan.
Peristiwa ini kembali menjadi sorotan mengenai pentingnya percepatan pemeliharaan infrastruktur jalan, mengingat jalan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan wilayah Sukoharjo dengan Kabupaten Klaten serta digunakan masyarakat setiap hari untuk bekerja, bersekolah, dan mengangkut hasil usaha.
