Luhut Panjaitan Akui Program MBG Kurang Persiapan Matang

Luhut Panjaitan Akui Program MBG Kurang Persiapan Matang

JAKARTA, TANAMPANEN.COM – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengkritik keras jalannya eksekusi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Luhut mengakui bahwa program unggulan tersebut mengalami banyak kendala di lapangan akibat perencanaan yang kurang matang sejak awal.

Pernyataan tersebut disampaikan Luhut dalam Seminar Supremasi Hukum dan Pertumbuhan Ekonomi yang digelar di Kantor DEN, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Menurut Luhut, pemerintah kini terpaksa menghabiskan energi untuk membenahi berbagai persoalan teknis yang sebenarnya tidak perlu terjadi jika studi dan perencanaan awal dilakukan secara proper (layak). Kendala ini sangat terasa saat program mulai menyasar wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Kita terpaksa memperbaiki yang sebenarnya nggak perlu diperbaiki. Kalau kita mulai dari nol, di daerah 3T misalnya. Jadi kita habis waktu bertengkar sesama kita yang sebenarnya nggak perlu terjadi,” ujar Luhut.

Baca Juga: Luhut: Bansos Tidak Berupa Barang, Tapi Uang Cash Transfer Rp5,4 Juta Langsung ke Penerima

Meski mengkritik tajam sisi eksekusi, Luhut menegaskan bahwa visi besar dari Presiden Prabowo Subianto terkait program ini sudah sangat baik. Baginya, kelemahan mendasar justru ada pada jajaran pembantu presiden yang kurang siap dalam menyusun cetak biru (blueprint) operasionalnya.

“Jadi masalah kita adalah ide-ide besar Presiden tidak kita siapkan perencanaan yang matang. Itu salah kita semua,” akunya secara terbuka.

Baca Juga: Pakar UGM: Dana MBG 355 T, Lebih Mendesak Untuk Perbaikan Sekolah dan Kemiskinan

Sebagai langkah perbaikan, Luhut menyatakan bahwa DEN telah bergerak cepat untuk memberikan sejumlah rekomendasi dan masukan strategis kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Rekomendasi tersebut diharapkan dapat membenahi tata kelola dan efisiensi anggaran program MBG agar ke depannya berjalan lebih optimal.(Red)