TOKYO, TANAMPANEN.COM — Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 6,9 mengguncang wilayah timur laut Jepang pada Kamis (25/6/2026) pagi sekitar pukul 08.43 waktu setempat. Meski guncangan terasa sangat kuat di beberapa prefektur, Badan Meteorologi Jepang (JMA) memastikan tidak ada risiko tsunami akibat gempa ini.
Berdasarkan data dari JMA, pusat gempa (episenter) terletak di lepas pantai Prefektur Iwate dengan kedalaman sekitar 50 kilometer di bawah permukaan laut.
Guncangan Skala Besar
Dampak guncangan paling parah dirasakan di wilayah Hashikami, Prefektur Aomori, yang mencatat skala intensitas seismik 6-upper dalam skala Jepang (Shindo 0-7). Pada skala ini, dinding beton yang tidak diperkuat bisa runtuh, benda-benda berat bergeser, dan masyarakat dipastikan kesulitan untuk berdiri tegak.
Rekaman video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan situasi mencekam saat gempa terjadi. Barang-barang di dalam toko dan perkantoran tampak bergoyang hebat, sementara warga berusaha mencari perlindungan di bawah meja.
Baca Juga: Gempa Dahsyat 7,8 Guncang Filipina, Bangunan Ambruk Seketika
Operasional Shinkansen Sempat Terhenti
Guna mengantisipasi dampak buruk, perusahaan kereta api East Japan Railway sempat menghentikan sementara operasional kereta cepat Tohoku Shinkansen sesaat setelah sistem pendeteksi dini gempa aktif. Jalur tol di wilayah Aomori juga ditutup untuk pemeriksaan keselamatan visual.
Hingga berita ini diturunkan, otoritas keselamatan nuklir Jepang melaporkan bahwa fasilitas nuklir di wilayah tersebut, termasuk pembangkit listrik yang berada di Prefektur Aomori dan Iwate, dalam kondisi aman dan tidak menunjukkan adanya kelainan operasional.
Baca Juga: Kasus Reinkarnasi Terheboh di Dunia, Kisah Shanti Devi di India
Laporan Korban
Laporan awal dari badan pemadam kebakaran dan penanggulangan bencana setempat menyatakan setidaknya enam orang dilaporkan mengalami luka ringan. Sebagian besar korban terluka akibat terjatuh atau terkena serpihan benda yang merosot saat guncangan hebat terjadi.
Pemerintah Jepang mengimbau warga di wilayah terdampak untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan (aftershocks) yang biasanya masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.(Red)
