JAKARTA, TANAMPANEN.COM – Ketegangan internal melanda forum resmi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjend) PBNU, H. S. Suleman Tanjung, M.Pd., secara terbuka dan emosional menolak keras usulan agar organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut dilarang masuk ke dalam pusaran politik praktis serta bisnis kekuasaan.
Penolakan keras ini memicu keributan hebat di tengah ruang sidang resmi. Situasi memanas ketika jajaran Syuriyah (dewan ulama), termasuk Katib Aam PBNU, memberikan koreksi dan peringatan agar faksi Tanfidziyah (pelaksana harian) tidak bertindak offside.
Dewan ulama mendesak agar PBNU menjaga marwah moral organisasi dengan mengevaluasi keterlibatan dalam pengelolaan konsesi tambang serta menjaga jarak dari politik praktis pasca-Pemilu.
Baca Juga: NU: Karmin Haram dan Najis, Ini Daftar Makanan dan Minuman Mengandung Karmin
Mendengar teguran tersebut, Suleman Tanjung bereaksi secara agresif. Ia spontan berdiri, berteriak, hingga menunjuk-nunjuk Katib Aam PBNU di hadapan peserta forum. Suleman tidak menerima kritik tersebut dan merasa langkah-langkah strategis yang diambil jajaran Tanfidziyah selama ini digembosi dari dalam.
Ia bersikeras agar program-program yang sedang berjalan tetap dilanjutkan.
Aksi ofensif dan nada bicara yang tinggi dari seorang pengurus Tanfidziyah terhadap ulama tertinggi Syuriyah ini terekam dalam video berdurasi 13 detik yang kini viral luas di media sosial.
Baca Juga: Karomah Mbah Arwani: Menuju Madinah dalam Sekejap
Publik, khususnya warga Nahdliyin, mengecam keras tindakan tersebut dan menilainya sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap batas-batas adab dan tradisi pesantren.
Profil H. S. Suleman Tanjung, M.Pd.
H. S. Suleman Tanjung, M.Pd., merupakan salah satu figur struktural yang aktif di lingkaran elite PBNU periode saat ini. Nama dan sosoknya kini tengah menjadi sorotan tajam publik akibat insiden ketegangan di forum internal PBNU. Berikut adalah profil singkatnya:
• Jabatan di PBNU: Menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjend) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2022–2027 di bawah jajaran Tanfidziyah.
• Karier di Sektor BUMN: Di luar organisasi keagamaan, ia memiliki posisi strategis di sektor korporasi negara dengan menjabat sebagai Komisaris Independen di PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB), anak perusahaan dari PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) selaku subholding Refining & Petrochemical Pertamina.
• Latar Belakang Profesional: Beliau juga dikenal memiliki rekam jejak karier yang panjang di industri media massa.
• Kontroversi Terkini: Namanya viral di platform digital setelah aksi protes kerasnya terhadap Katib Aam PBNU tersebar di media sosial. Publik mengkritik tajam sikapnya karena dinilai arogan dan mendikte kekuasaan moral para kiai sepuh demi membela kepentingan jabatan serta kebijakan bisnis organisasi.(Red)
