JAKARTA, TANAMPANEN.COM — Mantan jurnalis senior sekaligus mantan Calon Legislatif (Caleg) DPR RI pada Pemilu 2024, Aiman Witjaksono, secara terbuka menyatakan enggan untuk kembali masuk ke dunia politik praktis. Menariknya, keputusan untuk kapok berpolitik ini bukan dipicu oleh trauma akibat sempat berurusan dengan hukum dan dilaporkan ke pihak kepolisian.
Aiman menegaskan bahwa alasan utamanya adalah realitas logistik dan tingginya biaya politik (high cost politics) yang harus dikeluarkan selama masa kontestasi.
Bukan Karena Masalah Hukum
Sebelumnya, Aiman sempat menjadi sorotan publik ketika dilaporkan atas tuduhan penyebaran berita bohong terkait pernyataannya tentang ketidaknetralan oknum aparat pada Pemilu 2024. Meski kasus tersebut akhirnya dihentikan (SP3) oleh pihak kepolisian, banyak pihak menduga hal itulah yang membuatnya jera. Namun, Aiman langsung membantah spekulasi tersebut.
“Kalau ditanya kapok atau tidak, saya kapok. Tapi bukan karena dilaporkan ke polisi atau diperiksa, bukan sama sekali karena itu,” ujar Aiman dalam sebuah tayangan podcast.
Baca Juga: UAS Jadi Saksi di Kasus Dugaan Korupsi dan Gratifikasi Abdul Wahid
Realitas Ongkos Politik yang Fantastis
Aiman memaparkan bahwa alasan mendasar yang membuatnya memilih mundur total adalah faktor finansial. Menurutnya, sistem pemilu legislatif yang ada saat ini menuntut perputaran uang yang sangat besar dan tidak rasional bagi seorang profesional.
Biaya operasional yang meliputi logistik, alat peraga kampanye (APK), konsolidasi tim sukses, hingga pembiayaan saksi di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) membutuhkan dana hingga miliaran rupiah.
“Jujur saja, ini masalah duit. Ongkos politik di kita itu mahal sekali, luar biasa mahal. Kalau kita tidak punya modal yang sangat besar, sulit untuk bisa bergerak secara ideal,” ungkapnya.
Baca Juga: Mahfud MD Singgung Hukuman Mati Saat Bahas Kasus MBG
Menjaga Integritas dan Idealisme
Bagi Aiman, tingginya biaya politik tersebut memicu kekhawatiran besar terhadap integritas diri. Ia menilai, sistem yang padat modal ini rentan memaksa seorang politisi untuk mencari penyokong dana besar, yang di kemudian hari dapat memicu konflik kepentingan atau bahkan tindak pidana korupsi demi “mengembalikan modal” setelah terpilih.
Sebagai seseorang yang tumbuh besar di dunia jurnalistik yang mengedepankan independensi, Aiman mengaku tidak ingin menggadaikan idealismenya demi mengejar kursi kekuasaan.
Kembali ke Dunia Jurnalistik
Setelah melewati dinamika Pemilu 2024, Aiman kini memilih untuk pulang ke habitat aslinya di dunia penyiaran dan jurnalisme investigasi. Ia merasa melalui jalur media, ia tetap bisa memberikan kontribusi nyata dan melakukan kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan tanpa harus terbebani oleh lingkaran setan modal politik.(Red)
