TanamPanen.com – Batasan antara fiksi ilmiah dan realitas kini resmi runtuh. Raksasa otomotif dan teknologi asal China, XPeng, melalui divisi kedirgantaraannya XPeng AeroHT, telah memulai babak baru dalam sejarah transportasi manusia.
Mereka berhasil merealisasikan konsep mobil terbang modular pertama di dunia yang siap masuk ke jalur produksi massal.
Berbeda dengan konsep mobil terbang tradisional yang memaksakan sayap menempel langsung pada bodi mobil darat, XPeng memilih pendekatan revolusioner yang jauh lebih praktis: Format Modular. Format ini memisahkan komponen berkendara darat dengan komponen penerbangan udara secara cerdas.
Baca Juga: Duel SUV Listrik Tiongkok: Deepal S07 vs BYD Atto 3
Unggahan Otentik Sang CEO di Media Sosial X
Validitas dari kesiapan teknologi ini dikonfirmasi langsung oleh petinggi tertinggi perusahaan. Pendiri, CEO, sekaligus Chairman XPeng Motors, Xiaopeng He, membagikan sebuah video demonstrasi mekanikal dari mobil terbang tersebut melalui akun X pribadinya (@xiaopenghexpeng).
Diterjemahkan dari Inggris
“Banyak teman masih merasa sulit untuk percaya bahwa ada pesawat terbang di dalam mobil kita, tapi memang sesederhana itu: satu klik untuk pemisahan dan koneksi otomatis. Ini adalah Mobil Terbang kami”
Unggahan tersebut langsung memicu perbincangan hangat di kalangan pemerhati teknologi global.
“Banyak teman masih merasa sulit untuk percaya bahwa ada pesawat terbang di dalam mobil kita, tapi memang sesederhana itu: satu klik untuk pemisahan dan koneksi otomatis. Ini adalah Mobil Terbang kami”
Dalam video yang diunggahnya, terlihat jelas bagaimana sistem otomatisasi bekerja dengan presisi tinggi. Pengguna tidak perlu repot merakit sayap atau melakukan konfigurasi manual yang rumit. Cukup dengan satu sentuhan tombol, mekanisme internal kendaraan akan mengurus seluruh proses transisi pemisahan bodi.
Baca Juga: Perang Otomotif di Daerah: Dealer Hyundai Tegal Berpaling ke Chery
Anatomi Teknologi “Land Aircraft Carrier”
Proyek andalan yang kini sedang dipersiapkan secara massal ini dikenal dengan nama kode Land Aircraft Carrier. Sistem transportasi cerdas ini terdiri dari dua bagian utama:
1. Modul Darat (The Mother Ship): Berupa mobil van listrik (EV) tangguh beroda enam (6×6) dengan desain futuristik. Mobil ini berfungsi sebagai kendaraan harian, sekaligus menjadi stasiun pengisian daya dan “sarang” bagi modul udara di bagasi belakangnya.
2. Modul Udara (The Aircraft): Sebuah pesawat elektrik berpenumpang dua orang dengan sistem lepas landas dan pendaratan vertikal (eVTOL). Modul terbang ini menggunakan 8 baling-baling layaknya drone raksasa dan mampu terbang secara otonom maupun manual.
Dengan sistem ini, masalah regulasi jalan raya yang rumit bagi mobil bersayap lebar dapat teratasi, karena di jalan darat, kendaraan ini tetap berbentuk van konvensional yang ramah infrastruktur kota.
Baca Juga: Bos Honda Akui Tak Mampu Lawan Teknologi China
Menuju Era Komersialisasi Massal 2026/2027
Langkah XPeng bukan sekadar aksi pamer teknologi atau pembuatan prototipe tunggal. Perusahaan telah membangun infrastruktur manufaktur skala besar untuk memproduksi kendaraan ini secara massal guna memenuhi ribuan pesanan retail yang sudah masuk.
Langkah strategis ini menempatkan XPeng beberapa langkah di depan para kompetitor globalnya dalam garis start komersialisasi mobil terbang pribadi di dunia. (Ren)
