TanamPanen.com – Jika pada artikel sebelumnya kita telah mengenal ringkasan 7 lapisan bumi, maka kali ini kita akan membedah lebih dalam lapisan yang paling misterius, yaitu bumi ketujuh yang dikenal dengan nama As-Safil (As-Saafiilan).
Dalam kacamata sains, bagian terdalam bumi hanyalah inti besi padat dengan suhu ekstrem. Namun dalam pandangan spiritual Islam, As-Safil adalah dimensi gaib terdalam yang memuat rahasia besar mengenai akhir dari makhluk-makhluk pembangkang.
Berdasarkan riwayat dari para sahabat Nabi, salah satunya yang kerap dikaitkan dengan kedalaman tafsir Ibnu Abbas RA, ada tiga hal utama yang mendominasi isi dari dimensi bumi ketujuh ini:
1. Pusat Komando Iblis dan Pasukan Intinya
Meskipun setan berkeliaran di permukaan bumi (lapisan Adim) untuk menggoda manusia, pusat atau singgasana terdalam dari gembong utama mereka, Iblis, berada di dimensi As-Safil.
Di tempat yang paling terasing dan gelap dari cahaya ini, Iblis memenjarakan kesombongannya dan mengontrol bala tentara gaibnya untuk menyesatkan anak cucu Adam.
Baca Juga: Mengenal Nama dan Penghuni 7 Lapisan Bumi dalam Literatur Islam
2. Gerbang Sijjin (Penjara Ruh Durhaka)
Al-Qur’an menyebutkan istilah Sijjin dalam Surat Al-Muthaffifin ayat 7: “Sekali-kali jangan begitu! Sesungguhnya catatan orang yang durhaka benar-benar tersimpan dalam Sijjin.”
Banyak ahli tafsir klasik menjelaskan bahwa Sijjin bukan sekadar buku catatan, melainkan sebuah tempat atau dimensi konkret yang terletak di bumi ketujuh. Di sinilah ruh-ruh orang kafir dan durhaka ditahan dengan pengawasan malaikat setelah kematian mereka, merasakan hawa panas yang menyengat sebelum hari kiamat tiba.
3. Berbatasan Langsung dengan Jahannam
Dalam beberapa atsar kedaruratan eskatologi, bumi ketujuh digambarkan sebagai atap atau bagian luar dari neraka terdalam. Dimensi ini dipenuhi oleh energi panas, batu belerang hitam, dan rantai-rantai gaib. Hal ini menjadi pengingat bahwa titik terendah dari geografi spiritual bumi adalah tempat kesengsaraan yang nyata.
Baca Juga: Haji: Puncak Penghambaan, Bukan Sekadar Gelar di Depan Nama
Solusi dan Hikmah untuk Kita
Membahas dimensi ketujuh ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai solusi spiritual agar manusia sadar diri. Keterbatasan otak manusia dalam menjangkau dimensi As-Safil adalah bukti bahwa kita hanyalah makhluk kecil.
Dengan meyakini ancaman dan keberadaan dimensi terbawah ini, manusia diharapkan mampu mengerem egonya di permukaan bumi, menjauhi sifat sombong seperti Iblis, dan selalu memohon perlindungan kepada Allah SWT agar diselamatkan dari tempat terendah tersebut. (Ren)
