Mantan Kapolri Ditunjuk jadi Komisaris Utama Bukalapak

Mantan Kapolri Ditunjuk jadi Komisaris Utama Bukalapak

JAKARTA, TanamPanen.com — PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) resmi mengumumkan jajaran pengurus baru untuk dewan komisaris dan direksi perusahaan. Perombakan besar ini disahkan berdasarkan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada Kamis (11/6/2026).

Dalam agenda krusial tersebut, para pemegang saham secara bulat menyetujui pengangkatan mantan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Sutarman, sebagai Komisaris Independen sekaligus menjabat sebagai Komisaris Utama perseroan.

Jenderal Polisi (Purn.) Sutarman, yang memimpin Polri di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dinilai membawa angin segar bagi penguatan tata kelola emiten teknologi ini.

Baca Juga: Modus Baru Penipuan Tarik Tunai di SPBU, Pengusaha dan Warga Wajib Waspada!

Pengangkatan Sutarman dianggap sebagai langkah taktis dan strategis dalam proses regenerasi serta penguatan pengawasan internal perseroan. Pihak manajemen menekankan bahwa Sutarman memiliki keahlian mendalam di bidang keamanan siber (cybersecurity), sebuah kompetensi krusial yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan mengingat Bukalapak merupakan platform yang mengandalkan pemanfaatan teknologi secara ekstensif.

“Dengan pengalaman dan kontribusi beliau yang luas, khususnya dalam bidang kepemimpinan, tata kelola, dan keamanan siber, kami berharap kehadiran beliau dapat semakin memperkuat fungsi pengawasan dan memberikan perspektif strategis bagi Perseroan dalam menghadapi perkembangan industri digital yang terus berkembang serta mendukung pertumbuhan Perseroan yang berkelanjutan,” ungkap Komisaris Utama Perseroan, Adi Wardhana Sariaatmadja, dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Jumat (12/6/2026).

Baca Juga: Jangan Mudah Tergiur, Ini Bahayanya Bermain Saham PO!

Selain menyambut nakhoda baru di jajaran komisaris, RUPST juga mengumumkan purna bakti Yenny Wahid dari posisinya sebagai Komisaris Independen sekaligus ESG Ambassador perseroan. Putri dari Presiden Abdurrahman Wahid tersebut dinilai telah memberikan perspektif berharga serta nilai tambah yang signifikan dalam mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan milik Bukalapak selama masa baktinya.

Pergeseran di Lini Direksi

Perombakan juga menyasar kursi eksekutif perusahaan. Pemegang saham menyetujui penunjukan Natalia Firmansyah sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama untuk menggantikan Willix Halim yang telah resmi menyelesaikan masa tugasnya.

Ke depan, Natalia akan memimpin roda operasional Bukalapak untuk sementara waktu, sembari menunggu proses pengangkatan Direktur Utama definitif yang akan dilaksanakan sesuai regulasi dan rekomendasi Komite Nominasi dan Remunerasi perusahaan. Di saat yang sama, RUPST juga menyetujui pengangkatan kembali Victor Putra Lesmana untuk melanjutkan tugasnya sebagai Direktur Bukalapak.

Penyegaran struktural pada susunan pengurus baru ini diharapkan mampu menavigasi dinamika industri digital yang bergerak sangat cepat. Langkah perombakan manajemen ini juga menjadi strategi penting perseroan untuk memperbaiki performa finansialnya, terutama setelah adanya laporan kinerja keuangan terakhir yang mencatatkan pembalikan dari posisi untung Rp 110 miliar menjadi kerugian bersih sebesar Rp 425 Miliar.(Red)