Buah Kecubung: Kenapa Disebut Terompet Iblis? Ini Sejarahnya!

Buah Kecubung: Kenapa Disebut Terompet Iblis? Ini Sejarahnya!

TanamPanen.com – Di dunia tanaman hias, bentuk bunga yang menyerupai terompet megah sering kali menjadi daya tarik utama. Namun, jangan biarkan keindahan visual buah Kecubung (Datura metel) menipu Anda. Di balik fisiknya yang anggun, tanaman ini menyimpan reputasi kelam hingga dijuluki sebagai Terompet Iblis (Devil’s Trumpet).

Bukan sekadar nama fiksi, julukan mengerikan ini lahir dari sejarah panjang, efek halusinasi yang destruktif, dan kisah-kisah mistis yang menyelimutinya sejak ribuan tahun lalu.

Baca Juga: Begini Cara Menanam Pisang Agar Berbuah Besar dan Lebat!

Asal-usul Bentuk dan Julukan “Terompet Iblis”

Secara morfologi, tanaman kecubung memiliki bunga besar, mekar mengarah ke atas atau ke samping, dan berbentuk corong sempurna mirip alat musik tiup.

* Mengapa “Terompet”? Bentuk bunganya yang menjuntai indah memang menyerupai terompet.

* Mengapa “Iblis”? Berbeda dengan Brugmansia (Angel’s Trumpet) yang bunganya menggantung ke bawah, bunga kecubung (Datura) mekar menghadap ke langit, seolah menantang. Ditambah lagi, seluruh bagian tanaman ini—mulai dari akar, daun, bunga, hingga bijinya—mengandung senyawa alkaloid tropane (seperti skopolamin, atropin, dan hionosamin) yang sangat beracun dan mematikan.

Sejarah Kelam: Dari Ritual Adat hingga Racun Pembunuh

Sejarah mencatat penggunaan kecubung telah melintasi berbagai peradaban kuno, baik di Asia, Amerika, maupun Eropa. Sayangnya, catatan sejarahnya lebih sering ditulis dengan tinta darah dan kisah mistis.

1. Praktik Shamanisme dan Sihir di Amerika Kuno

Suku-suku asli Amerika (seperti suku Navajo dan Zuni) menggunakan varietas *Datura* dalam ritual keagamaan mereka. Dalam dosis yang sangat terkontrol oleh spiritualis (Shaman), tanaman ini digunakan untuk menginduksi trans, berkomunikasi dengan roh leluhur, atau ritual pendewasaan remaja. Namun, kesalahan dosis sedikit saja sering kali berakhir dengan kegilaan permanen atau kematian.

Baca Juga: Manfaat Teh Daun Kumis Kucing Bagi Kesehatan

2. Tanaman Penyihir di Eropa Abad Pertengahan

Di Eropa, kecubung kerap dikaitkan dengan dunia sihir dan okultisme. Para penyihir abad pertengahan konon mencampurkan kecubung ke dalam ramuan salep mereka (flying ointment). Efek halusinasi ekstrem dari kecubung membuat penggunanya merasa seolah-olah mereka bisa terbang atau bertemu dengan makhluk gaib. Dari sinilah asosiasi kata “Iblis” semakin melekat kuat pada tanaman ini.

3. Senjata Rahasia dan Pembunuhan Massa

Dalam catatan sejarah kolonial, kecubung juga dikenal sebagai *Jimsonweed* (Jame’s Town Weed). Nama ini merujuk pada peristiwa tahun 1676 di Jamestown, Virginia, ketika para tentara Inggris memakan daun kecubung dalam sup mereka.

Akibatnya, mereka mengalami kegilaan massal selama 11 hari—bernyanyi, telanjang, dan tertawa histeris—sebelum akhirnya sadar tanpa ingatan apa pun.
Di India kuno, kecubung juga tercatat digunakan oleh sekte pembunuh (Thuggee) untuk membius korban sebelum dirampok.

Efek “Iblis” yang Merusak Kesadaran

Julukan Terompet Iblis bertahan hingga era modern karena efek delirian yang dihasilkannya. Berbeda dengan zat halusinogen lain yang membuat penggunanya sadar bahwa mereka sedang berhalusinasi, racun kecubung bersifat delirian total.

Catatan Medis: Pengguna kecubung tidak bisa membedakan mana fantasi dan realitas. Mereka bisa berbicara dengan orang yang tidak ada, mengalami disorientasi parah, amnesia, detak jantung melonjak tajam (takikardia), hingga mengalami kelumpuhan sistem saraf.

Kesimpulan
Kecubung adalah bukti nyata dari paradoks alam: indah dipandang, namun mematikan jika disalahgunakan. Julukan “Terompet Iblis” bukan sekadar metafora usang, melainkan sebuah peringatan sejarah dari generasi terdahulu bahwa tanaman ini menyimpan bahaya tersembunyi yang mampu merenggut akal sehat manusia dalam sekejap.