BREBES – Dalam budidaya pisang, menjaga kesehatan pohon dan mengoptimalkan penyerapan nutrisi adalah kunci utama untuk mendapatkan hasil panen yang melimpah.
Salah satu langkah teknis yang sering kali terabaikan oleh petani pemula namun memiliki dampak instan terhadap ukuran buah adalah pemangkasan jantung pisang (bunga jantan).
Pakar Ilmu Pertanian, Khabif Irsyad, menegaskan bahwa membuang jantung pisang bukanlah sekadar kosmetik dalam perawatan, melainkan prosedur wajib jika ingin buah pisang tumbuh besar, padat, dan mulus.
Mengapa Jantung Pisang Harus Dibuang?
Ada beberapa alasan ilmiah dan agronomis mengapa proses ini sangat krusial:
Efisiensi Distribusi Nutrisi: Setelah sisir pisang terakhir (buah betina) sudah terbentuk sempurna, sisa jantung pisang yang menggantung hanya berisi bunga jantan yang tidak akan menjadi buah.
Jika dibiarkan, pohon pisang akan terus menyalurkan energi dan nutrisi ke jantung tersebut. Dengan memotongnya, pasokan nutrisi otomatis dialihkan 100% fokus untuk pembesaran dan pemadatan buah yang sudah ada.
Mencegah Penularan Penyakit: Jantung pisang yang mekar sangat disukai oleh serangga seperti trips dan ngengat. Serangga ini kerap membawa spora bakteri Ralstonia solanacearum (penyebab penyakit layu bakteri atau penyakit darah pada pisang). Memotong jantung pisang secara tepat waktu dapat memutus rantai penularan penyakit ini.
Menjaga Kemulusan Kulit Buah: Cairan dan aktivitas serangga di sekitar jantung pisang yang tidak dipotong sering meninggalkan bekas noda hitam (scabbing) pada kulit pisang di sisir-sisir terbawah, sehingga menurunkan nilai jualnya di pasar.
Kapan Waktu Terbaik Melakukannya?
Proses pemotongan tidak boleh dilakukan sembarangan. Waktu paling ideal adalah ketika seluruh sisir buah pisang sudah keluar sempurna dan melengkung ke atas, serta telah muncul 1–2 sisir “buah semu” (ukurannya sangat kecil dan tidak berkembang).
Jarak pemotongan yang disarankan adalah sekitar 10 hingga 15 cm dari sisir buah terakhir. Hal ini dilakukan untuk mencegah infeksi bakteri atau jamur langsung mengenai buah utama, serta memberi ruang bagi sisa getah untuk menetes keluar tanpa mengotori buah.
Tips Tambahan: Gunakan pisau atau sabit yang tajam dan sudah disterilisasi (bisa diusap alkohol atau dipanaskan). Setelah dipotong, bekas luka pada tangkai bisa dibungkus dengan plastik bersih atau diolesi fungisida dosis ringan jika kebun berada di wilayah dengan kelembapan tinggi, demi memastikan pohon tetap aman dari infeksi.
Begini Cara Menanam Pisang Agar Berbuah Besar dan Lebat!
