JAKARTA, TANAMPANEN.COM — Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pengalokasian anggaran sebesar Rp14 Triliun pada tahun 2026 untuk mempercepat program revitalisasi fasilitas sekolah di seluruh Indonesia. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas dan pemerataan sarana pendidikan nasional.
Prioritas Sasaran dan Target
Melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), anggaran yang telah mendapat persetujuan DPR RI tersebut ditargetkan menyasar sekitar 71.744 satuan pendidikan (jenjang TK hingga SMA/SMK).
Pemerintah menetapkan tiga fokus utama penerima bantuan revitalisasi:
1. Daerah 3T: Sekolah-sekolah di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal.
2. Kondisi Rusak Berat: Fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan parah di wilayah non-3T.
3. Terdampak Bencana: Sekolah yang rusak akibat bencana alam.
Baca Juga: Prabowo: Pemerintah Bangun 2.500 Jembatan, Perbaiki 70.000 Sekolah
Skema Swakelola
Guna memastikan pelaksanaan berjalan efisien dan berdampak positif pada ekonomi sekitar, program revitalisasi ini akan menggunakan skema swakelola oleh masing-masing satuan pendidikan. Metode ini melibatkan masyarakat setempat dan menyerap tenaga kerja lokal di sekitar wilayah sekolah.
Baca Juga: Wapres Gibran Tinjau Sekolah Lapang Sagu di Papua Selatan
Misi Jangka Panjang
Program di tahun 2026 ini merupakan bagian dari pilar awal rencana jangka panjang pemerintah. Secara keseluruhan, tercatat sekitar 288.000 sekolah di Indonesia membutuhkan renovasi, dengan target penuntasan secara bertahap hingga tahun 2028.
