PHK Massal Pabrik Garmen di Cimahi, Ratusan Buruh Menangis

PHK Massal Pabrik Garmen di Cimahi, Ratusan Buruh Menangis

CIMAHI, TANAMPANEN.COM — Tangis haru pecah di area pabrik PT Namnam Fashion Industries, Kota Cimahi, saat pihak manajemen secara resmi mengumumkan penghentian seluruh operasional pabrik. Pengumuman tersebut menandai berakhirnya masa kerja bagi sekitar 178 buruh yang terpaksa menghadapi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Suasana haru tak terelakkan ketika ratusan pekerja, yang mayoritas merupakan kaum perempuan, saling memeluk dan meneteskan air mata usai mendengar kabar duka tersebut. Bagi para buruh, penutupan pabrik ini menjadi pukulan berat di tengah tantangan ekonomi yang semakin sulit.

Baca Juga: Ancaman Gelombang PHK, Pemerintah dan DPR Gelar Rapat Antisipasi

Merespons penutupan tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), menyampaikan bahwa fenomena PHK di industri garmen merupakan bagian dari siklus usaha yang dinamis. Menurutnya, sektor padat karya sangat sensitif terhadap tingginya biaya produksi dan kenaikan upah. Ketika efisiensi di suatu wilayah tidak lagi memungkinkan atau terjadi penurunan pesanan, perusahaan kerap mengambil langkah penutupan atau relokasi ke daerah lain dengan biaya tenaga kerja yang lebih kompetitif.

Baca Juga: PHK Massal di Singapura, Korban PHK Mayoritas Lulusan Sarjana

Meski demikian, KDM mengingatkan bahwa peluang kerja di sektor serupa masih terbuka di kawasan industri baru di Jawa Barat, seperti di Indramayu, Majalengka, dan Garut. Ia mendorong para pekerja yang terdampak untuk bersiap membuka diri terhadap mobilitas kerja ke daerah-daerah pertumbuhan baru tersebut.(Red)