Kreator China Ciptakan Pedang Terbang dengan Sensor Sarung Tangan

Kreator China Ciptakan Pedang Terbang dengan Sensor Sarung Tangan

CHENGDU, TANAMPANEN.COM — Fantasi tentang pendekar pedang yang mampu mengendalikan senjata melayang di udara kini tak lagi sebatas adegan dalam novel atau film wuxia. Fan Shisan, seorang konten kreator berjuluk “Cyber Swordsman” asal Chengdu, Provinsi Sichuan, China, berhasil mewujudkan konsep fiksi tersebut menjadi kenyataan dengan memanfaatkan teknologi modern.

Aksinya yang mengagumkan viral di berbagai media sosial. Dalam salah satu videonya, Fan Shisan tampak mampu menerbangkan dan mengendalikan belasan pedang tradisional China (Jian) hanya dengan gerakan tangan.

Menggabungkan Teknologi Drone dan Sensor Gerak

Perangkat pedang terbang tersebut merupakan hasil rakitan terencana yang menggabungkan prinsip robotika dan sistem penerbangan mini. Setiap pedang dirancang ringan dan dipasangi baling-baling (propeller) tersembunyi yang berfungsi mirip dengan mekanisme pendorong pada drone.

Rahasia di balik kemampuannya “mengendalikan” pedang terletak pada sarung tangan khusus yang ia buat. Sarung tangan tersebut dilengkapi dengan motion/gesture sensor yang mendeteksi arah dan kecepatan gerakan tangan.

Sinyal dari sensor ini kemudian dikirimkan secara langsung ke unit pemroses di pedang drone, sehingga pedang dapat melayang dan bermanuver mengikuti ayunan tangan penggunanya secara real-time.

Baca Juga: China Kembangkan Teknologi Lawan Suhu Panas, Bikin Kabut Pendingin

Ciptakan Pedang Raksasa yang Bisa Dinaiki

Inovasi Fan Shisan tidak berhenti sampai di situ. Untuk melengkapi imajinasi sebagai “pendekar ilmu pedang”, ia dan timnya menghabiskan waktu sekitar dua bulan untuk merancang manned flying sword—sebuah pedang raksasa yang dapat dinaiki oleh manusia.

Berbeda dari pedang kecil yang menggunakan baling-baling drone standar, pedang raksasa ini menggunakan dorongan kipas jet (ducted fan engines) berdaya tinggi. Alat ini terbukti mampu mengangkat beban tubuh manusia dan melayang stabil di udara selama beberapa menit, membuktikan bahwa karya tersebut murni rekayasa teknik dan bukan efek visual kamera (CGI).

Baca Juga: China Unicom dan Huawei Luncurkan Layanan 10G dengan Kecepatan Unduh Milidetik

Dari Penulis Naskah hingga Kreator Penuh Waktu

Fan Shisan, yang bernama asli Fan Peng, awalnya bekerja sebagai penulis naskah (screenwriter) dan karyawan hotel sebelum memutuskan menjadi pembuat konten penuh waktu. Ia memanfaatkan platform lokal China seperti Bilibili dan Douyin untuk membagikan proses eksperimennya.

Pria yang juga memegang dua Rekor Dunia Guinness dalam kategori kecepatan tebasan pedang kayu ini kini memimpin studio kreatifnya sendiri. Ia terus mengeksplorasi penggabungan antara nilai kebudayaan tradisional China, dunia seni beladiri, dan kecanggihan teknologi robotika modern.(Ren)