JAKARTA, TANAMPANEN.COM – Presiden Prabowo Subianto menginisiasi sebuah program inovatif sekaligus humanis dengan menggandeng PT Pindad dan PT LEN untuk memproduksi becak listrik. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan para pekerja informal, sekaligus mendorong adopsi transportasi ramah lingkungan.
Menariknya, seluruh program pembuatan dan pengadaan becak listrik ini tidak menggunakan anggaran negara (APBN), melainkan didanai langsung menggunakan dana pribadi Presiden Prabowo.
Inovasi Ramah Lingkungan untuk Penarik Becak Lansia
Inisiatif ini lahir dari keprihatinan Presiden Prabowo terhadap para penarik becak tradisional, khususnya mereka yang sudah memasuki usia lanjut namun masih harus mengayuh demi mencari nafkah.
Melalui kolaborasi dengan PT Pindad yang dikenal dengan kemampuan manufakturnya, becak listrik ini didesain agar tetap mempertahankan bentuk tradisional namun dilengkapi dengan motor listrik berbasis baterai. Teknologi ini diharapkan dapat meringankan beban fisik para penarik becak secara signifikan.
Baca Juga: Bedah Potensi Raksasa: Kunci Emas Indonesia Menuju Level Macan Asia
Prioritas untuk Usia 60 Tahun ke Atas
Program ini menerapkan kriteria yang jelas dalam penyalurannya. Unit becak listrik dibagikan secara gratis dengan prioritas utama:
• Para penarik becak yang telah berusia 60 tahun ke atas.
• Mereka yang kondisi fisiknya sudah tidak lagi prima untuk mengayuh becak konvensional.
Baca Juga: i2C: Mobil Listrik Buatan Indonesia, Tampang dan Teknologi Siap Bersaing
Sudah Didistribusikan ke Berbagai Daerah
Hingga saat ini, ratusan unit becak listrik hasil produksi Pindad tersebut telah disalurkan secara bertahap ke berbagai wilayah di Indonesia. Beberapa daerah yang telah menerima distribusi bantuan ini antara lain Blora, Cilacap, Malang, Blitar, Tangerang, Magelang, hingga Mojokerto.
Melalui program ini, pemerintah berharap dapat memberikan solusi nyata yang menyentuh masyarakat bawah (akar rumput) secara langsung, sekaligus menjadi langkah awal modernisasi transportasi tradisional di Indonesia tanpa membebani keuangan negara.(Red)
